Setelah Aku Melahirkan Anak Perempuan, Ibu Mertuaku Meminta Suamiku untuk Menceraikan Aku, Saat Aku Menerima Kabar Buruk Tentang Ibu Mertua, Aku Merasa Senang

Erabaru.net. Namaku Zhang Tian dan aku berusia 29 tahun. Aku berasal dari pedesaan. Untungnya, aku memiliki kepribadian yang manis dan ceria.

Kemudian, aku diperkenalkan dengan suamiku saat ini. Keluarga suamiku tinggal di kota kabupaten, dia hanya hidup bersama ibunya dan tidak memiliki saudara lain.

Mertuaku mengelola sebuah hotel besar dan bisnisnya sangat bagus. Walau aku bukan dari keluarga kaya, suamiku tidak memandang rendah latar belakangku, dan kami memutuskan untuk menikah tidak lama setelah kami berkencan.

Tidak lama setelah menikah, aku pun hamil. Pada awalnya, seluruh keluarga ibu mertuaku sangat baik kepadaku, dan dia memasak makanan untukku setiap hari. Dia takut aku tidak akan makan dengan baik sehingga berpengaruh pada bayiku.

Setelah aku melahirkan anak perempuan, ibu mertuaku menjadi berubah dan selalu mengeluh di depanku, mengatakan bahwa dia ingin memiliki cucu laki-laki, dan diam-diam menghasut suami saya untuk menceraikanku.

Aku pikir suamiku akan berjuang untukku, siapa yang mengira bahwa suamiku mulai tidak menyukai bentuk tubuhku setelah melahirkan.

Malam itu, aku menggendong putriku dan tidak tertidur sepanjang malam. Semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa tertekan.

Ketika aku bangun keesokan harinya, aku diberitahu ibuku bahwa hotel ibu mertuaku tadi malam terbakar dan banyak orang yang terluka termasuk suamiku dan ibu mertuaku yang kebetulan kala itu berada di sana.

Ada perasaan senang di dalam hatiku. Tapi bagaimanapun juga mereka masih bagian keluargaku juga.

Apakah aku patut senang dengan kejadian ini atau sedih?(lidya/yn)

Sumber: kknews