Ibu Mertua Menginginkan Cucu Lagi Namun Ditolak oleh Menantunya, Dia pun Membuat Keputusan untuk Melahirkan Sendiri dan Akhirnya Menyesal

Erabaru.net. Saat ini, banyak anak muda telah meninggalkan gagasan preferensi patriarki, mereka memilih untuk hanya memiliki satu anak. Namun hal ini terkadang bertentangan dengan pemikiran generasi tua, bahkan memicu serangkaian kontradiksi.

Xiao Wang dan suaminya adalah teman sekelas saat di perguruan tinggi. Mereka menikah 5 tahun setelah mereka lulus. Keduanya juga sudah membicarakannya sejak awal bahwa tidak peduli apakah mereka memiliki anak laki-laki atau perempuan, mereka hanya akan memiliki satu anak dan tidak lebih.

Akhirnya, mereka pun memiliki anak dan itu adalah bayi perempuan yang sehat dan cantik. Seluruh keluarga sangat gembira. Xiao Wang dan suaminya sangat menyayanginya.

Ketika putrinya berusia 2 tahun dan setiap kali ibu mertuanya bekunjung, dia selalu mendesak mereka agar memiliki anak kedua.

Pada awalnya, Xiao Wang tidak terlalu peduli, tetapi dia tidak tahan dengan kata-kata ibu mertuanya yang berulang-ulang, jadi dia bersama suaminya memberi tahu kepada ibu mertuanya bahwa mereka tidak akan memiliki anak kedua.

Setelah keinginannya tidak dikabulkan menantunya, ibu mertua menjadi sangat sedih. Di sisi lain, dia juga mengharapkan cucu laki-laki. Apakah ini salah?

Karena putra dan menantunya tidak akan memiliki anak lagi, dia pun memutuskan untuk melahirkan sendiri. Ibu mertua Xiao Wang pun tiba-tiba membuat keputusan yang luar biasa ini.

Tak disangka, ibu mertuanya yang berusia 56 tahun itu benar-benar hamil dan melahirkan anak laki-laki yang sehat.

Setelah keluarga Xiao Wang mengetahuinya, mereka hampir memutuskan hubungan mereka dengan ibu mertuanya, mereka tidak pernah pergi menemui ibu mertuanya sampai anak itu lahir.

Untuk merawat bayi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pasangan lansia itu, yang membuat mereka merasakan banyak tekanan dan seringkali merasa tidak berdaya.

Memikirkan masa depan anak, dia akan menjadi sangat tua sebelum anak itu dewasa, yang sering membuat pasangan tua cemas dan menyesali keputusan yang mereka buat di bawah dorongan hatinya. Akhir cerita ini juga cukup menyedihkan.

Mengapa beberapa orang harus berusaha sekuat tenaga untuk memiliki anak laki-laki?

  1. Pemikiran patriarki

Meskipun pemikiran patriarki telah mengurangi pengaruh pada kehidupan kita saat ini, kita juga harus mengakuinya. Jelas tidak realistis untuk ingin mengakhirinya untuk sementara waktu, terutama di benak beberapa orang lanjut usia.

  1. Harga diri

Di beberapa daerah, terutama di beberapa daerah pedesaan, tidak memiliki anak akan ditertawakan. Ini tampaknya telah menjadi kebenaran diam-diam. Oleh karena itu, agar bisa berdiri tegak di depan keluarga dan agar tidak minder di depan orang-orang di sekitarnya melahirkan anak laki-laki sudah menjadi cita-cita banyak wanita.

  1. Memiliki anak untuk menyangkal bahwa dirinya sudah tua

Ada banyak bentuk pensiun di masyarakat, termasuk pensiun berbasis rumah, pensiun sosial dan sebagainya. Tapi di benak kebanyakan orang, membesarkan anak adalah pilihan terbaik untuk menyangkal bahwa dirinya telah tua, dan tanggung jawab seperti itu sering kali dibebankan pada pria. Dan kebanyakan orang juga ingin melahirkan anak laki-laki, berharap dapat mendukung mereka di hari tua.

Apa yang harus diperhatikan ibu lansia saat melahirkan anak?

  1. Kondisi fisik

Kekuatan fisik tubuh wanita akan menurun setelah usia 25. Setelah usia 35, banyak aspek yang tidak sebaik sebelumnya, oleh karena itu umumnya dianjurkan untuk memiliki anak sebelum usia 35, jika tidak maka akan disebut usia ibu lanjut.

Jika sedang hamil saat ini, ibu yang sudah lanjut usia harus memperhatikan kondisi fisiknya, dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan janin dalam kandungan melalui pemeriksaan kebidanan secara rutin.

  1. Situasi ekonomi

Pada saat orang berusia 40-an dan 50-an, pada dasarnya kondisi ekonomi sudah diatur. Lagi pula, selektivitas karir saat ini akan berkurang, dan ruang pengembangan karir juga akan melemah, sehingga sulit untuk membuat terobosan besar. Artinya, jika kondisi ekonomi saat ini tidak cukup, maka jangan gegabah untuk memiliki anak. Lagi pula, biaya membesarkan anak sekarang sangat tinggi. Jika tidak memiliki banyak cara untuk menghasilkan uang. Pada akhirnya, Anda hanya akan membuat diri Anda dan anak-anak Anda menderita.

Singkatnya, melahirkan anak di usia lanjut merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan matang, jika memang hanya untuk tujuan melahirkan anak laki-laki, maka sebaiknya jangan dilakukan secara gegabah. Lagi pula, tidak ada yang bisa menjamin jenis kelamin seorang anak, dan pada akhirnya, pastilah diri Anda akan menyesalinya. (lidya/yn)

Sumber: hker