Penemuan Besar ! Para Ilmuwan Menemukan Wujud Keempat dari Zat Air

Erabaru.net. Menurut CBS News, para ilmuwan telah menemukan bahwa air selain dapat berwujud menjadi zat, yakni gas, cair dan padat, dia juga memiliki wujud keempat yang disebut es superionik (superionic ice).

Para ilmuwan mengatakan ‘es hitam aneh’ (es superionik) yang biasanya terbentuk di inti planet seperti Neptunus dan Uranus, tetapi ditemukan juga di Bumi.

Es superionik ini yang berperan penting dalam menjaga medan magnet. Karena Planet Mars dan Merkurius tidak dilindungi oleh medan magnet, maka cuaca di sana sangat buruk.

Para ilmuwan percaya bahwa pencarian es superionik mungkin penting bagi manusia yang sedang mencari planet di luar Bumi untuk hunian.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Vitali Prakapenka dari Universitas Chicago menjelaskan bahwa es superionik baru bisa terbentuk dalam kondisi yang sangat ekstrem, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Physics.

Para ilmuwan sebelumnya telah menggunakan gelombang kejut yang sangat besar untuk menembus tetesan air sebelum mereka dapat melihat penampakan yang sesaat dari es superionik.

Tim peneliti kembali mereproduksi es superionik dengan cara yang berbeda. Mereka memeras air dengan dua berlian, menciptakan kembali lingkungan bertekanan tinggi seperti pada inti planet, dan menggunakan alat penelitian ilmiah Advanced Photon Source (APS) dan sinar-X dengan kecerahan tinggi untuk memanaskan air.

Tim peneliti kemudian menemukan bahwa es superionik tidak sepadat dan tampak hitam karena berinteraksi dengan cahaya secara berbeda.

Vitali Prakapenka mengatakan : “Ini adalah wujud baru dari materi, jadi pada dasarnya ini adalah materi baru yang mungkin berbeda dengan apa yang kita pikirkan.”

Para ilmuwan bahkan lebih terkejut setelah mengetahui bahwa tekanan yang diperlukan untuk pembentukan es superionik jauh lebih ringan daripada yang mereka perkirakan.

Mereka awalnya mengira bahwa untuk membentuk es superionik membutuhkan tekanan 50 gigapascal yang setara dengan tekanan yang dibutuhkan untuk membakar bahan bakar di dalam roket guna lepas landas, tetapi kenyataannya hanya 20 gigapascal yang dibutuhkan.(sin/yn)

Sumber: aboluowang