Tiga Misteri Tentang Istana Potala di Tibet yang Belum Terpecahkan

Erabaru.net. Istana Potala terletak di Bukit Merah di Kota Lhasa, Tibet yang berada di ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut. Ia merupakan bangunan megah tertinggi di dunia yang berfungsi selain sebagai istana, juga sebagai kastil, dan biara. Istana Potala juga merupakan kompleks istana dan kastil kuno yang terbesar dan terlengkap di Daerah Otonomi Tibet, Tongkok. 

Pada abad ke-7 Masehi, Songzan Gambo, pemimpin tertinggi generasi ke-33 dari suku Tubo memutuskan untuk membangun Istana Potala di Lhasa setelah mendirikan Kerajaan Tubo di Tibet.

Pada tahun 1645, Dalai Lama ke-5 mengambil inisiatif untuk membangun kembali Istana Potala. Dan selama bertahun-tahun bangunan Potala terus mengalami renovasi, pelebaran dan kegiatan tersebut baru berhenti pada tahun 1933 setelah Dalai Lama ke-13 meninggal dunia. Jadi Istana Potala yang kita lihat sekarang adalah bangunan peninggalan tahun 1933.

Istana Potala itu berfungsi sebagai istana atau kuil ?

Orang Tibet menyebut biara atau kuil ‘Gling’ atau ‘Mgon-Pa’. Sedangkan istana dalam sebutan Tibetnya adalah ‘Pho-Brang’, yang lebih banyak diartikan sebagai tempat kerja para administrator negara. Orang Tibet menyebut bangunan Potala itu ‘Pho-Brang-Pu-Ta-La’, jadi Potala bukanlah sebuah kuil tetapi sebuah tempat kerja para administrator negara atau kalau orang sekarang menyebutnya kantor pusat pemerintahan.

Soal Istana Potala telah berubah dari istana murni menjadi pusat integrasi antara istana, kuil dan lembaga administrasi, hal ini karena adanya hubungan yang erat dengan sistem yang mengintegrasikan antara kepentingan pemerintahan dengan agama di Tibet.

Ketika Istana Potala pertama kali dibangun, ia memang berfungsi sebagai istana Kerajaan Tubo, tetapi pada abad ke-8, karena Langdarma (Kaisar terakhir dari Kerajaan Tibet) menganut agama Bon dan menentang agama Buddha. Mereka memaksa para biksu untuk kembali ke kehidupan sekuler, membakar kitab suci Buddha.

Setelah tahun 842, Kerajaan Tubo runtuh karena perselisihan sipil, Istana Potala kemudian ditinggalkan. Situasi perpecahan dan kekacauan tersebut berlangsung selama 8 abad.

Selama periode tersebut, Istana Potala dimasukkan sebagai Kuil Jokhang (tempat pemujaan Buddha) yang bangunannya secara bertahap mengecil karena terjadi kerusakan yang berulang.

Pada akhir abad ke-10, setelah agama Buddha kembali berkembang di Tibet, semakin banyak sekte agama yang melakukan pengkhotbahan kitab suci di Bukit Merah. Pada saat ini, Istana Potala sudah berfungsi sebagai kuil.

Pada abad ke-17, Dalai Lama Kelima mendirikan dinasti Ganden Phodrang setelah memperoleh dukungan dari pemimpin Mongolia Gushi Khan.

Pada awal berdirinya dinasti tersebut, istana mereka tempatkan di Biara Drepung, Lhasa. Kemudian karena dianggap tidak cocok untuk upacara keagamaan, maka Dalai Lama Kelima memutuskan untuk membangun kembali Potala dan menjadikannya sebagai istana Ganden Phodrang. Sejak saat itu, semua generasi Dalai Lama tinggal di Istana Potala.

Karena Dalai Lama adalah pemimpin agama dan kepala pemerintahan lokal, maka Istana Potala adalah pusat pemerintahan juga kuil, tetapi fungsi utamanya masih sebagai pusat pemerintah.

Tiga misteri Istana Potala yang belum terpecahkan

Ketinggian keseluruhan dari Istana Potala adalah lebih dari 200 meter, dilihat dari luar bangunan itu ada 13 lantai, tetapi hanya 9 lantai di dalamnya, dan tata letaknya pun sangat kompleks. Namun, ada tiga misteri yang belum terpecahkan mengenai gedung ikonik di Tibet ini, meskipun lebih dari 1.300 tahun telah berlalu.

  1. Jumlah ruangan di dalam Istana Potala

Tidak pernah ada jumlah pasti tentang jumlah ruangan di dalam Istana Potala. Meskipun staf Istana Potala sendiri yang berulang kali menghitungnya. Jumlah setiap staf yang menghitung berbeda satu sama lainnya. Sungguh aneh.

  1. Istana bawah tanah di Istana Potala

Kabarnya, ada harta karun yang tersembunyi di bawah Istana Potala. Konon itu merupakan harta karun bersejarah berupa manik-manik Buddha Tibet yang terkumpul selama ribuan tahun. Tetapi tidak ada orang yang dapat menemukan pintu masuk ke istana bawah tanah itu sampai sekarang, dan beberapa orang bahkan mengatakan bahwa istana bawah tanah ini adalah pintu gerbang menuju Surga Barat (tanah murni dalam Buddhisme). Pendapat netizen ini menambah tebalnya misteri tentang Istana Potala.

  1. Arsitektur Istana Potala

Mengapa Istana Potala bisa tetap berdiri selama seribu tahun lebih ? Banyak orang yang mengatakan bahwa ada kandungan besi yang tercampur dalam dinding Istana Potala, sehingga stabilitas bangunan Istana Potala begitu kuat. Selain itu, ketebalan dinding Istana Potala bisa mencapai sekitar 5 meter di bagian bawah bangunan, dan kian menipis, tinggal sekitar 1 meter di bagian puncaknya. Ini yang diduga menjadi alasan mengapa Istana Potala mampu tetap kokoh berdiri di atas bukit selama seribu tahun lebih.(sin/yn)

Sumber: aboluowang