Ayahnya Meninggal, Dia Membenci Ibunya Karena Menikah Lagi, Saat Tahu Kebenaran yang Dikatakan Ibunya, Hatinya Bagai Disayat Sembilu

Erabaru.net. Saya lahir di kota kecil kabupaten. Ayahku adalah seorang guru dan ibuku sebagai ibu rumah tangga biasa.Tetapi ibuku adalah seorang ibu rumah tangga yang berkualitas, dia selalu bisa mengurus rumah dengan baik.

Meskipun gaji ayahku kecil, tapi itu sudah cukup untuk keluarga. Keluarga kami selalu penuh dengan kehangatan dan bahagia.

Tapi kebahagiaan ini tiba-tiba sirnah, ketika aku berada di tahun ketiga kuliah, ayahku meninggal. Ayahku meninggal karena sakit mendadak.

Setelah ayahku meninggal,ibu adalah satu-satunya yang tersisa di rumah. Karena aku khawatir dengan ibuku yang sendirian, jadi saya selalu menelepon beberapa kali sehari. Aku takut ibuku tidak dapat menanggung atas kematian ayahku.

Pada awalnya, ibu sangat sedih, namun perlahan-lahan dari nada suaranya, aku bisa merasakan bahwa ibuku sudah dapat mengatasi kesedihannya.

Kurang dari setengah tahun sejak ayahku meninggal, ibuku tiba-tiba menelpon dan memberitahu bahwa dia akan menikah.

Ketika aku mendengar kabar itu, aku benar-benar tidak bisa menerimanya.

Aku marah dan bertanya kepada ibuku di telepon : “Apakah kamu merindukan seorang pria?”

Aku tahu, kata-kata itu seharusnya tidak keluar dari mulut seorang anak, tetapi aku benar-benar tidak dapat menerima berita tentang rencana pernikahan ibuku. Aku berpikir itu adalah pengkhianatan terhadap ayah.

Meskipun aku tidak setuju, ibuku tetap menikah. Aku tidak pulang saat ibu menikah. Dan Sejak saat itu, aku jarang pulang, apalagi menelepon ibu. Setiap ibuku menelepon,aku hanya menjawab beberapa patah kata dan langsung menutup telepon.

Sekarang aku sudah lulus kuliah, dan aku juga memiliki seorang pacar. Tahun Baru ini, aku akan mengunjungi ibu untuk memberitahu tentang pacarku dan rencana pernikahanku.

Ketika mendengar bahwa aku akan menikah, ibu saya sangat senang. Kemudian ibuku memberi aku tas kain dengan buku tabungan, dan kemudian berkata kepadaku: “Nak, ibu tahu kamu membenci ibumu karena menikah lagi. Kamu tahu, hidup tanpa ayahmu, ibu tidak tahu bagaimana menghasilkan uang. Sedangkan saat itu kamu masih kuliah. Ibu benar-benar tidak dapat menahannya, jadi ibu mengambil langkah ini.

“Ayah tirimu tidak memiliki anak, dan dia mengatakan akan menganggapmu sebagai anak kandungnya. Ayah tirimu memintaku untuk memberimu 300.000 yuan. Saya harap kamu segera menikah dan membawa calon menantu ibu.”

Setelah mendengarkan kata-kata ibu, hatiku seperti disayat sembilu. Selama dua tahun terakhir, aku telah membenci ibuku. Aku selalu merasa bahwa dia mengkhianati ayahku. Bahkan aku mengutuknya dalam hati bahwa dia tidak akan bahagia setelah menikah lagi. Tetapi aku tidak pernah berpikir bahwa ibuku pada akhirnya hanya menjadi seorang ibu, dan seorang ibu adalah cinta terbesar dan paling tanpa pamrih di dunia.

Aku juga tidak menduga, ternyata ayah tiriku adalah orang yang baik, tetapi jika aku harus memanggilnya ayah, aku akan merasa canggung, apa yang harus aku lakukan?(lidya/yn)

Sumber: goez1