Jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing Penyebaran Epidemi di Tiongkok Semakin Luas

Seorang wanita menggunakan pengeras suara untuk memberi nasihat kepada warga saat mereka berbaris selama pengujian massal di Tianjin, pada 9 Januari 2022. (Sun Fanyue/Xinhua via AP)

NTDTV.com

Jelang Olimpiade Musim Dingin, pencegahan epidemi di Tiongkok dengan semangat “Nol Kasus” selain tidak berhasil membuat jumlahnya menjadi nol, malahan kasus infeksinya terus meluas. 

Saat ini, epidemi yang disebabkan varian Omicron selain menyerang Ibu kota Beijing, Kota Tianjin, Shanghai, sejumlah kota di Provinsi Henan, Hebei, Liaoning, malahan Heilongjiang dan Xinjiang sejak 25 Januari juga menjadi lokasi yang terpapar, dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi terinfeksi terus meningkat secara signifikan.

Pejabat berwenang Beijing pada 25 Januari mengungkapkan bahwa kasus transmisi lokal yang terjadi saat ini cukup parah dan rumit. 

Selain jumlah kasus baru telah bertambah menjadi 15, jumlah area berisiko juga bertambah menjadi 7. Di antaranya, daerah sekitar Komunitas Wanliuyuan, Jalan Yuquanying, Distrik Fengtai, tercatat sebagai area berisiko tinggi, sedangkan 6 area lainnya tercatat sebagai yang berisiko sedang.

Di hari yang sama, Yili di Provinsi Xinjiang juga tiba-tiba melaporkan adanya 22 kasus infeksi. Diperkirakan bahwa epidemi mungkin telah menyebar secara diam-diam untuk jangka waktu tertentu, dan ada risiko penularan ke komunitas sekitarnya.

Pada saat yang sama, Kota Mudanjiang, Kota Suifenhe dan Kota Dongning di Provinsi Heilongjiang juga mengklaim telah menemukan lusinan kasus yang dikonfirmasi merupakan transmisi lokal. Semua jalan raya diblokir dan perjalanan kereta api lokal dihentikan, kontrol lalu lintas untuk dalam dan luar kota serempak diterapkan.

Namun, karena pemerintah komunis Tiongkok selalu menutupi kenyataan, memodifikasi jumlah korban epidemi, jadi tidak heran jika dunia luar meragukan angka yang disajikan..

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat melayangkan kutukan terhadap pemerintah Tiongkok yang menghukuman berat 11 orang praktisi Falun Gong yang tidak bersalah.

Pelukis Beijing Xu Na dan 10 orang praktisi Falun Gong lainnya dihukum secara ilegal oleh pengadilan Tiongkok pada 14 Januari. Xu Na dijatuhi hukuman 8 tahun penjara, dan 10 praktisi lainnya adalah : Li Zongze, Zheng Yujie, Li Lixin, dan Zheng Yanmei secara ilegal dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Sementara itu Deng Jingjing, Zhang Renfei, Liu Qiang, dan Meng Qingxia secara ilegal dijatuhi 4 tahun penjara. Li Jiaxuan dan Jiao Mengjiao secara ilegal dihukum 2 tahun penjara.

Dalam emailnya yang dikirim kepada media ‘Epoch Times’ pada 21 Januari, Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta pemerintah Tiongkok untuk segera menghentikan kebrutalan dan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, membebaskan mereka yang dipenjara hanya karena keyakinan mereka, dan mengklarifikasi keberadaan sejumlah praktisi yang hilang.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan : “Sejak tahun 1999, Partai Komunis Tiongkok terus berusaha melenyapkan bentuk kultivasi Falun Gong dan para praktisi damainya dari daratan Tiongkok. Ada banyak bukti bahwa pemerintah Tiongkok masih terus melakukan penindasan dan penganiayaan terhadap kelompok ini. Ribuan orang praktisi Falun Gong setiap tahunnya menghadapi penahanan, pelecehan, dan penyiksaan brutal dari pemerintah komunis Tiongkok hanya karena menjalankan secara damai keyakinan mereka”. (Sin)