Setelah Perceraian, Aku Mendengar Mantan Istriku Menikah dengan Seorang Pekerja Migran, Setelah Pulang dari Pernikahannya, Aku Tidak Bisa Menahan Amarahku

Erabaru.net. Pada tahun itu, keluargaku mengatur kencan buta untukku, dan aku bertemu dengan mantan istriku.

Ketika kami pertama kali bertemu, dia sangat pemalu, dan tampak gugup. Dia bahkan tidak berani memandangku saat berbicara. Aku melihat bahwa dia cantik dan sederhana. Tanpa sadar, aku telah jatuh cinta padanya.

Tapi, awalnya dia tidak setuju untuk kencan denganku karena alasan yang sangat aneh. Dia mengatakan bahwa keluargaku sangat kaya, sedangkan dia dari keluarga miskin, dan dia tidak ingin menikah dengan aku.

Menikah dengan pria kaya adalah hal yang diidam-idamkan banyak gadis, namun dia enggan karena hal ini, itu justru yang membuatku semakin tertarik padanya. Jadi aku tetap mengejarnya.

Pada akhirnya, dia luluh oleh ketulusanku, dan dengan bantuan kedua keluarga, dia akhirnya mau menikah denganku.

Setelah menikah, aku memperlakukannya dengan baik, dan dia juga seorang istri yang berbudi luhur.

Aku bertanggung jawab untuk mencari nafkah, dan dia bertanggung jawab mengurus pekerjaan rumah. Dia juga kerja sampingan untuk menambah penghasilan sendiri.

Setelah tiga tahun menikah, aku merasa bahwa istriku adalah wanita yang sangat baik, dan dia juga sangat berbakti kepada orangtuaku. Jujur, aku sangat mencintainya.

Tetapi sebagai seorang pria, selalu tidak dapat dihindari untuk bergaul dengan teman-teman di luar. Apalagi untuk orang seperti aku yang tidak kekurangan uang, banyak godaan yang menghampiri.

Mungkin orang tidak setuju dengan pandanganku, tetapi aku mengatakan yang sebenarnya, siapa yang tidak suka berfoya-foya di dunia malam.

Tapi istriku adalah orang yang sangat polos dan lugu, dan dia tidak suka dengan pandangan dan perilakuku.

Karena itu, kami sering bertengkar, dan karena alasan ini, dia menolak untuk memiliki anak setelah tiga tahun menikah. Dia bahkan ingin meninggalkan aku. Aku sangat marah setiap kali dia mengatakan ini, tetapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Dan aku bisa menerima semuanya.

Tapi, yang tidak bisa aku terima adalah dia diam-diam menggugurkan kandungannya setelah mengetahui bahwa dia hamil.

Aku mengatakan mengapa dia begitu kejam, dia hanya menangis, aku mengatakan apa yang dia inginkan, dia terus menangis.

Bagaimana mungkin ada seorang wanita yang sudah menikah tidak mau memiliki anak. Aku merasa benci dan dendam padanya. Ditambah lagi aku sering mendapat keluhan dari orangtuaku.

Istriku menuduh aku main-main di luar, dan dia merasa tidak nyaman. Dia bilang dia masih muda, dan dia tidak ingin mengurus anak. Kata-katanya membuatku sedih dan marah, aku mencintainya dan juga membencinya.

Belakangan, hubungan kami sangat tegang, ditambah gosip keluarga, dan aku memutuskan untuk menceraikannya.

Ketika kami bercerai, aku memberi kompensasi kepadanya sejumlah uang, dan aku mengatakan kepadanya bahwa dia dapat kembali jika dia mau.

Setahun kemudian, ketika aku mendengar bahwa dia sedang menjalin hubungan dengan seorang pria, aku merasa sedikit tidak senang. Dan aku segera memutuskan untuk menikah dengan wanita yang selalu menemaniku.

Kemudian, aku mendengar bahwa dia akan menikah, dan prianya adalah seorang pekerja migran. Sepertinya pria itu kondisi ekonomi biasa saja, aku merasa sedikit senang di hatiku.

Pada hari pernikahannya, aku mengajak istriku untuk datang, jujur, aku datang hanya untuk meledeknya.

Tapi di tempat pernikahan, ketika aku melihat prianya di atas panggung, aku pun tercengang. Pekerja migran macam apa ini? Dia adalah cinta pertama mantan istriku. Dia adalah manajer proyek real estat.

Aku mendengar dari mantan istriku bahwa sebelum menikah denganku, dia memiliki pacar dan pria itu adalah cinta pertamanya, tetapi karena keluarga pria itu miskin, keluarganya memaksanya untuk putus, dan menikah denganku.

Tanpa diduga, sekarang dia telah mendapatkan keinginannya. Setelah aku pikirkan lagi, dia bukannya tidak mau memiliki anak, tapi sudah punya rencana di hatinya. Aku diam-diam berbalik dan pulang ke rumah. Aku merasa kesal dan marah.(lidya/yn)

Sumber: goez1