Pria Tua Datang ke Rumah Sakit untuk Mengganti Perban Lukanya, Ketika Perawat Hendak Mengganti Perban, Pria Itu Memberikan Catatan, Perawat Segera Menghubungi Polisi

Erabaru.net. Namaku, Susi dan berasal dari daerah desa. Kondisi keluargaku tidak terlalu baik, tetapi mereka berusaha agar aku bisa sekolah yang tinggi, hingga akhirnya aku bisa masuk ke sekolah perawat.

Aku memiliki kakak perempuan yang bekerja di rumah sakit swasta paling terkenal di kota dan mendapat gaji bulanan yang lumayan tinggi. Ini memberi banyak motivasi padaku, dan aku juga mulai belajar dengan keras.

Setelah aku lulus, aku mengikuti jejak kakakku dan bekerja di rumah sakit.

Setelah bekerja di rumah sakit selama bertahun-tahun, aku telah memahami kebenaran bahwa lebih baik menjadi sehat daripada menjadi kaya.

Aku memperlakukan setiap pasien dengan serius dan berharap untuk menempuh jalur kariernya tanpa penyesalan.

Suatu hari, aku mendapat pasien tua yang hendak mengganti perban luka di kakinya.

Ketika aku membuka balutan di kakinya, aku tidak menemukan luka. Dan tiba-tiba pria tua itu dengan cepat memasukkan catatan ke tanganku, dan ketika aku membukanya, aku pun segera memanggil polisi.

Dalam catatan itu tertulis: “Dia memaksa saya untuk menjual rumah, panggil polisi!”

Aku benar-benar terkejut dan akhirnya aku mengerti mengapa pria tua itu memiliki luka. Dia hanya berpura-pura agar dapat meminta bantuan!

Setelah polisi datang, mereka juga menanyakan keadaannya.

Ternyata anak laki pria tua itu, kecanduan judi, kehilangan rumahnya. Pria tua itu pun buru-buru memiliki luka di kakinya dan pergi ke rumah sakit. Namun, menantu perempunya mengikuti pria tua itu memaksanya untuk menjual rumahnya untuk melunasi utang suaminya.

Pria tua itu sangat sedih, akhirnya dia meminta bantuan pada Susi (perawat).

Setelah kebenarannya terungkap, Susi dimarahi oleh kakak perempuannya. Kakaknya mengatakan: “Itu adalah masalah ayah dan anak kandung. Jika itu benar-benar pilihan terakhir, rumah itu akan tetap dijual. Kamu telah ikut campur urusan orang.”

Bagaimana menurut Anda, apakah yang aku lakukan salah? (lidya/yn)