Dia Awalnya Tukang Batu, Setelah Kaya Dia Menceraikan Istrinya dan Meninggalkan 3 Anaknya, Saat Terpuruk dan Sakit Parah, Dia Mencari Mantan istrinya dan Anaknya

Erabaru.net. Ketika banyak pasangan baru menikah, mereka tidak banyak memiliki uang simpanan dan berjuang bersama.

Dikatakan bahwa di belakang pria yang sukses, pasti ada “wanita yang hebat”, tetapi wanita seperti itu sering ditinggalkan dengan kejam, atau dikhianati dan diselingkuhi pasangannya.

Benarkah pria “membuat masalah ketika mereka punya uang”?

Chen Lingling seorang reporter senior, beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah acara pernah mewawancarai seorang pria tua yang awalnya seorang pria kaya berubah menjadi gelandangan yang sakit parah.

Menurut laporan “ettoday”, pria tua itu saat muda adalah seorang pekerja konstruksi. Meskipun sangat sulit untuk menghasilkan uang dengan menjadi tukang, dia dan istrinya kemudian mencoba menjadi pemborong bangunan.

Penghasilan juga menjadi berlimpah dan stabil, dia pikir keluarganya akan menjalani kehidupan yang stabil dan bahagia mulai saat itu.

Tanpa diduga, istrinya mengetahui bahwa suaminya memiliki anak dengan wanita lain, dan dia sendiri memiliki 3 anak, yang selalu menunggu di rumah untuk suaminya yang tidak pernah pulang.

Saat itu, suaminya juga mengancamnya, akan menceraikannya, dan tidak akan memberikan biaya hidup, tunjangan, dll. Istri yang putus asa itu mencoba bertahan. Dia berharap suaminya akan berubah.

Setelah saling menyiksa untuk sementara waktu, sang istri akhirnya tidak tahan,dan memutuskan untuk menandatangani perceraian.

Tanpa belenggu pernikahan dan keluarga, dia mulai menjalani hari dengan berganti-ganti wanita dan hidup bahagia setiap hari.

Namun, setelah menikmati kesenangannya, dia mulai kehilangan sejumlah besar tabungan untuk memanjakan kekasihnya, dan ingin kembali mencari mantan istrinya untuk meminta bantuan.

Baru kemudian dia mengetahui bahwa istrinya telah meninggal, dan dia beralih mencari ketiga anaknya, berharap mereka memberikan bantuan keuangan dan tinggal bersama mereka, tetapi mereka semua menolaknya.

Tanpa tujuan, pada akhirnya, dia hanya bisa hidup di jalanan dan menjadi tunawisma… Seiring bertambahnya usia, dia juga menderita kanker.

Mengingat hal-hal bodoh yang dia lakukan ketika dia masih muda, dia tidak bisa menahan perasaan bahwa “paruh pertama hidupnya bahagia, tetapi paruh kedua hidupnya adalah penderitaan”.

Dia tidak pernah berpikir bahwa suatu hari orang-orang yang akan merawatnya adalah teman sesama tunawisma.

Pengalaman nyata membuat banyak netizen merasa sangat tertekan, tetapi mungkin itu memang karma untuknya ! Apa pendapat Anda ? (lidya/yn)

Sumber: hker.lif