Ilmuwan Memperbarui Informasi yang Dikirim oleh Manusia ke Alien

Erabaru.net. Beberapa ilmuwan NASA telah menciptakan sebuah informasi baru yang diluncurkan ke luar angkasa dengan menggunakan teleskop radio, yang diberi nama ‘Beacon in the Galaxy’.

Majalah AS ‘Scientific American’ melaporkan, bahwa pesan yang diluncurkan ke luar angkasa itu dirancang oleh Jonathan Jiang beserta rekan-rekannya dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA.

Pesan itu melanjutkan tradisi para ilmuwan yang mengirimkan Pesan Arecibo pada tahun 1974. Pesan Arecibo adalah pesan radio terdiri dari kode biner yang dikirim ke gugus bola Hercules Messier 13 yang berjarak 25.000 tahun cahaya dari Bumi.

Para peneliti mencatat bahwa meskipun gelombang radio bergerak dengan kecepatan cahaya, tetapi sampai saat ini pesan ini baru menempuh perjalanan di ruang angkasa selama 48 tahun, kurang dari 0,2 % dari jarak perjalanan yang ditargetkan.

Pesan baru yang dibuat oleh para ilmuwan kali ini juga menggunakan kode biner, termasuk pengenalan tentang susunan genetik manusia, waktu ketika pesan ini dikirim (relatif dengan waktu alam semesta sejak Big Bang), dan waktu terjadinya peristiwa penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di Bumi (seperti mekanika Newton, waktu munculnya teori relativitas, waktu pendaratan di bulan, dll), lokasi Bumi (dengan maksud agar peradaban asing mengetahui arah mana untuk mengirim pesan balasan), deskripsi tata surya dan permukaan Bumi, informasi tentang citra manusia dan sebagainya.

Para peneliti sedang mempertimbangkan untuk mentransmisikan informasi tersebut apakah melalui Teleskop Sferikal Apertur 500 meter (Five-hundred-meter Aperture Spherical radio Telescope (FAST) di Guangzhou, Tiongkok, atau melalui Allen Telescope Array (ATA) di California, AS. Namun, kedua teleskop saat ini hanya mampu menerima sinyal radio, dan belum dapat mengirim pesan sampai selesainya pekerjaan peningkatan kemampuan.

Para peneliti berencana untuk mengirimkan pesan ini ke gugus bintang 2 hingga 6 kiloparsec (kph) dari pusat Bima Sakti. Satu kiloparsec setara dengan jarak 3.260 tahun cahaya, yang berarti bahwa gugus target terletak sekitar 6.000 hingga 20.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Para ilmuwan percaya bahwa peradaban asing kemungkinan besar ada di daerah ini.

Untuk menjaga agar informasi berada dalam kualitas kejelasan tertinggi ketika tiba di tujuannya, studi tersebut mengatakan bahwa sangat penting untuk dapat meminimalkan penyerapan dan interferensi sinyal radio oleh atmosfor bumi.

Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengirimkan pesan tersebut adalah pada 30 Maret atau 4 Oktober setiap tahun. Karena pemisahan sudut antara Bumi dengan matahari (angular seperation) terjadi paling besar pada dua titik waktu ini. (sin/yn)

Sumber: epochtimes