Wanita Menerima Amplop Pernikahan dari Neneknya dan Menyimpannya Selama 20 Tahun, Saat Membukanya, Dia Menangis

Erabaru.net. Wu menikah pada tahun 2002, hingga saat ini dia sudah menikah selama 20 tahun. Ketika dia menikah, neneknya memberinya amplop merah yang dibungkus dengan kertas merah. Karena amplop merah yang diberikan neneknya cukup istimewa, jadi dia menyimpannya dan tidak membukanya.

Baru-baru ini, saat Wu sedang membersihkan rumah, dia menemukan bahwa amplop merah yang diberikan oleh neneknya telah rusak, jadi dia membuka amplop merah itu, tetapi ketika dia membuka amplop merah itu, air matanya langsung mengalir.

Nenekknya melahirkan seorang anak perempuan dan anak perempuan itu adalah ibunya. Ketika neneknya berusia 45 tahun, kakeknya meninggal karena sakit. Logikanya, saat itu neneknya masih sangat muda dan bisa memilih untuk menikah lagi. Namun, neneknya adalah orang yang sangat tradisional jadi nenek memilih untuk menjanda dan membesarkan ibunya sendirian.

Ibu Wu lemah dan sakit-sakitan sejak kecil, dan ketika Wu berusia 3 tahun, ibunya meninggal karena sakit. Dua tahun kemudian, ayahnya menikah lagi. Karena ibu tirinya tidak mau menerimanya, Wu dibawa oleh neneknya.

Neneknya tidak punya pekerjaan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, neneknya bekerja sebagai buruh cuci, pencuci piring, dll. dia juga menjadi pemulung.

Karena Wu sudah masuk sekolah, dan perlu biaya, neneknya tidak mendapatkan cukup uang dengan pekerjaanya. Dalam keputusasaan, neneknya sering bangun pagi-pagi untuk pergi ke pasar sayur untuk mengambil sayuran yang dibuang oleh pedagang untuk menghemat biaya hidup. Singkatnya, Wu dan neneknya menjalani kehidupan yang sangat sulit.

Saat Wu akan lulus sekolah menengah atas ayahnya menceraikan ibu tirinya. Kemudian ayahnya menjemputnya dan Wu tinggal bersama ayahnya. Setelah Wu ikut ayahnya, neneknya hidup sendiri. Meskipun dia tinggal bersama ayah, Wu kadang-kadang juga mengunjungi nenek.

Saat Wu menikah, neneknya datang dan memberinya sebuah amplop merah. Wu merasa bahwa amplop merah yang diberikan neneknya berat dan besar. Dia berpikir amplop merah dari nenek itu berisi koin, tetapi dia tidak tahu jumlahnya.

Karena Wu merasa amplop merah yang diberikan oleh neneknya sangat berharga, dia menyimpannya sepanjang waktu dan tidak membukanya.

Pada tahun 2012 neneknya meninggal karena sakit. Setelah neneknya meninggal, Wu pernah berpikir untuk membuka amplop merah yang diberikan oleh neneknya untuk dilihat, tetapi dia akhirnya menahannya.

Sekarang amplop merah dari neneknya sudah rusak, jadi Wu harus membuka amplop merah itu. Ketika dia membuka amplop merah, Wu menemukan bahwa koin itu dibungkus dengan kertas koran, dengan total ada 500 yuan ( sekitar Rp 1,2 Juta ) terbungkus di dalamnya.

Dalam video yang diunggahnya, Wu menangis tersedu-sedu dan berkata: “Koin itu penuh dengan cinta nenek saya, karena saya tahu bahwa—-setiap koin yang diberikan nenek saya dikumpulkan dengan tidak mudah, dan itu adalah segalanya. Dia mendapatkannya dengan keringat, jadi aku akan selalu menghargai koin-koin ini. Ketika aku meninggal, aku akan mengambil koin-koin ini dari nenekku dan pergi ke dunia lain, agar cinta nenekku akan selalu bersamaku..”(lidya/yn)

Sumber: gpseiok