Dia Bermimpi Mendiang Neneknya Minta Uang, Dia Nekat Pulang Meskipun Gajinya Dipotong untuk Mengunjungi Makam Neneknya, Saat Kembali Kerja, Dia Merinding

Erabaru.net. Banyak fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh sains dengan cara apa pun, dan hal yang sama berlaku untuk hal-hal seperti mimpi. Orang-orang yang tidak percaya menganggap itu takhayul, dan orang-orang yang benar-benar mengalaminya mengatakan itu hanya kebetulan.

Hari ini saya ingin berbagi cerita dengan Anda tentang kejadian seperti di atas…

Seorang pemuda bernama Xiao Kai kehilangan ayahnya sejak ia masih kecil, kemudian ibunya kabur bersama orang lain, sehingga ia diasuh oleh neneknya seorang diri.

Nenek dalam kondisi kesehatan yang buruk dan sudah tua, jadi dia tidak bisa menghasilkan banyak uang sama sekali.

Sebagian besar waktu, keduanya hidup dengan memakan acar dan bubur. Sesekali ada daging untuk dimakan dan keduanya akan saling mengalah untuk membiarkan pihak lain memakannya.

Meskipun demikian, Neneknya masih sangat mementingkan pendidikan Xiao Kai, jadi nenek bekerja keras untuk mengumpulkan limbah daur ulang agar Xiaokai bisa pergi ke sekilah.

Pada tahun ketiga di sekolah menengah atas, kesehatan neneknya memburuk. Xiaokai putus sekolah untuk merawat neneknya. Setelah beberapa bulan, neneknya pergi.

Xiaokai sangat sedih. Setelah kematian neneknya, Xiaokai pergi bekerja. Dia sedih karena dia tidak bisa memberi nenek hari yang baik di masa lalu.

Rekan-rekannya melihat bahwa dia sangat kuat, mereka merekomendasikan dia untuk bekerja di tambang. Meskipun itu adalah pekerjaan kasar, gajinya sangat bagus.

Jadi Xiaokai pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan telah melakukan pekerjaan tersebut lebih dari 10 tahun.

Beberapa waktu yang lalu, Xiaokai bermimpi, di mana nenek itu memberitahunya, : “Kai, nenek kehabisan uang, kembalilah dan beri nenek uang untuk dibelanjakan.”

Xiaokai juga memimpikan nenek sebelumnya, tapi itu selalu menjadi kenangan mereka berdua. Ini adalah pertama kalinya percakapan yang nyata.

Xiaokai berpikir dalam hati bahwa dia tidak meminta izin untuk kembali mengunjungi makam saat Festival Qingming beberapa tahun terakhir.

Keesokan harinya Xiaokai meminta cuti kepada pengawasnya, tetapi pengawasnya tidak memberikan izin.

Xiaokai memberitahu pengawas tentang mimpi itu, namun, pengawas marah dan berkata bahwa Xiaokai mengarang kebohongan untuk meminta cuti, Xiao Kai pun terdiam dan kembali bekerja.

Malam itu, Xiao Kai memimpikan nenek lagi, dan nenek berkata: “Kai, tolong nenek, cepat kembali dan beri nenek uang, jika kamu tidak datang, nenek akan mati kelaparan! “

Setelah Xiaokai bangun, dia terus menangis sampai pagi. Dia memikirkan hari-hari ketika dia dan neneknya tinggal bersama di masa lalu.

Dia memutuskan untuk pulang tanpa memperdulikan apa pun. Pengawasnya masih tidak mengizinkannya meminta cuti, mengatakan bahwa proyeknya harus diselesaikan dengan cepat.

Melihat tekad Xiaokai yang tidak menunjukkan tanda-tanda menyeragh, supervisor itu berkata dengan marah: “Saya tidak bisa menghentikanmu jika kamu ingin kembali, namun jika kamu pergi, saya akan memotong gaji Anda setengah bulan, Anda dapat memutuskan sendiri! “

Xiaokai berpikir dalam hati, selama sepuluh tahun terakhir, dia telah melakukan pekerjan antara hidup dan mati setiap hari, dan dia tidak diizinkan pulang selama dua atau tiga hari, itu tidak masuk akal sama sekali!

Keesokan harinya Xiaokai kembali ke kampung halamannya dengan sekantong besar kertas emas.

Hari itu Xiaokai beada di depan makam neneknya selama lebih dari dua jam, berbicara dengan nenek sambil membakar uang kertas. Dia terus meminta maaf kepada nenek bahwa dia telah membuat nenek menderita …

Keesokan harinya, dia berangkat untuk kembali ke tambang lagi. Dia tidak menyangka bahwa setelah dirinya kembali ke tambang, Xiaokai melihat lokasi tambang banyak ekskavator dan mobil polisi.

Dia baru tahu setelah bertanya, bahwa sore ketika dia pergi, lereng bukit runtuh, semua pekerja terkubur di dalam, dan sejauh ini tidak ada yang ditemukan selamat.

Xiaokai merinding di sekujur tubuhnya, dia bertanya-tanya apakah nenek tahu tentang itu.

Beberapa hal bener-benar sulut untuk dipercaya, tapi faktanya itu benar-benar terjadi!

Ada beberapa bagian yang mengerikan dari cerita ini, cerita ini juga penuh dengan kasih nenek yang paling perhatian kepada cucunya.(lidya/yn)

Sumber: hker.life