Kongres AS Akan Mengadakan Sidang Dengar Pendapat Tentang UFO Demi Menguak Misteri yang Belum Terpecahkan Ini

Erabaru.net. Kongres AS untuk pertama kalinya akan mengadakan dengar pendapat publik tentang UFO pada hari Selasa (17/5). Kongres menuntut kepada Pentagon dan badan keamanan nasional lainnya untuk memecahkan misteri tentang ‘invasi’ UFO dengan memberikan lebih banyak jawaban yang berelevansi dengan hal ini.

Sidang akan dipimpin oleh Subkomite Kontraterorisme, Kontraintelijen dan Kontraproliferasi Komite Intelijen DPR.

Lima bulan lalu, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act. NDAA) mengharuskan militer untuk mendirikan kantor permanen yang melakukan penelitian tentang UFO dan mengambil serangkaian langkah lain untuk mengumpulkan dan menyelidiki laporan mengenai ‘fenomena terbang tak dikenal’ (Unidentified Aerial Phenomena. UAP). UAP adalah apa yang lebih kita kenal dengan UFO.

“Rakyat Amerika mengharapkan dan pantas mendapatkan penilaian yang hati-hati dari para pemimpin intelijen dan pemerintah untuk mengatasi setiap potensi risiko keamanan nasional, terutama yang tidak sepenuhnya kita pahami,”kata Andre Carson, Ketua subkomite ini dalam sebuah pernyataannya pada hari Selasa (10/5).

“Sejak datang ke Kongres, saya telah prihatin dengan masalah UAP selain dalam hubungannya dengan ancaman terhadap keamanan nasional, juga vital bagi kepentingan publik Amerika Serikat,” tambahnya.

Ronald Moultrie, pejabat tinggi intelijen Pentagon, beserta Scott Bray, Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut rencananya akan bersaksi di depan sidang nanti.

Andre Carson mengatakan bahwa sidang dengar pendapat ini akan memberikan kesempatan bagi warga sipil Amerika Serikat untuk memahami tentang peristiwa yang selama ini menjadi teka-teki.

Media ‘Politico’ dan ‘New York Times’ dalam laporan pertama kalinya pada tahun 2017 menyebutkan, bahwa Pentagon memiliki kantor penelitian rahasia UFO, bahkan beberapa pilot Angkatan Laut dan operator radar pernah bersaksi mengenai pengalaman mereka melihat pesawat terbang berkinerja tinggi yang tidak dapat dijelaskan. Sejak itu, beberapa komite pengawasan kongres telah bergulat untuk memecahkan masalah tersebut.

Direktur Intelijen Nasional merilis laporan publik pada bulan Juni 2021 atas permintaan Komite Intelijen Senat yang menguraikan 144 laporan fenomena terbang tak dikenal, termasuk 18 insiden UFO yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Selama proses tersebut, pengamat melaporkan bahwa objek tak dikenal itu memiliki pola pergerakan atau karakteristik penerbangan yang di luar logika manusia.

Laporan menyebutkan, beberapa UFO tampaknya mampu tetap berdiam di ketinggian dengan melawan arus angin, atau bermanuver secara tiba-tiba, atau bergerak dengan kecepatan tinggi dengan tanpa alat penggerak yang dapat diidentifikasi.

Menurut informasi yang telah dipublikasikan Pentagon, pada tahun 2004 seorang pilot Angkatan Laut AS pernah menemukan UFO berbentuk tic-tac-toe. Pada tahun 2014, menyaksikan UFO berbentuk cube-in-ball. Yang lain telah melihat piring terbang segitiga hitam misterius dan banyak lagi kesaksian lainnya.

Pada saat itu, Andre Carson mengatakan bahwa dirinya bertekad untuk menguak misteri ini dengan mengadakan sidang dengar pendapat publik. Ia mengatakan : “Kami tidak dapat mengesampingkan sesuatu yang datang dari luar Bumi.”

RUU pertahanan yang telah disahkan pada bulan Desember tahun lalu juga mewajibkan Pentagon untuk mengembangkan program pengumpulan dan analisis intelijen untuk memperoleh pengetahuan sebanyak mungkin tentang karakteristik teknis dan operasional, asal-usul, maksud dari UFO.

Ini termasuk mengidentifikasi orang-orang di seluruh pemerintahan untuk merespon dengan cepat peristiwa atau pola pengamatan. RUU itu juga mensyaratkan Pentagon untuk memberikan laporan tahunan dan pengarahan dua tahunan kepada Kongres tentang semua hal fenomena terbang tak dikenal, seperti yang terkait dengan aset nuklir militer, termasuk senjata nuklir strategis dan kapal serta kapal selam bertenaga nuklir.

Pada bulan Juni tahun lalu, sebuah video yang dikonfirmasi oleh Pentagon menunjukkan bahwa pada 15 Juli 2019, USS Omaha telah mengalami fenomena dikelilingi oleh segerombolan UFO. Adegan ini dengan tepat tertangkap oleh radar Pusat Informasi Pertempuran (Combat Information Center) di USS Omaha.

Dalam beberapa pekan terakhir ini Pentagon telah memulai pengarahan secara tertutup tentang kemajuan dalam menerapkan undang-undang tersebut. Tetapi ‘Politico’ dalam laporannya pekan lalu menyebutkan bahwa beberapa anggota parlemen menyatakan kekecewaannya atas kurang seriusnya Pentagon dalam menganggap topik yang dimaksud.

Ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff mengatakan pada hari Selasa (10/5) bahwa dirinya menaruh harapan besar terhadap tahap pengawasan yang akan dilakukan kongres berikutnya.

Masih banyak yang harus dipelajari tentang fenomena terbang tak dikenal dan potensi risiko yang mungkin ditimbulkannya terhadap keamanan nasional kita. Tapi satu hal yang pasti adalah rakyat Amerika Serikat berhak mendapatkan transparansi yang memadai. Sedangkan pemerintah federal serta dinas intelijen dapat memainkan peran kunci dalam memberikan analis latar belakang laporan tentang fenomena udara tak dikenal ini. Demikian tulis Adam Schiff dalam sebuah pernyataan yang mengungkap alasan pengadaan sidang dengar pendapat publik.

“Tujuan dari sidang dengar pendapat ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada publik mendengar secara langsung dari para ahli materi pelajaran dan pemimpin komunitas intelijen tentang salah satu misteri terbesar di zaman kita, dan untuk memutus siklus kerahasiaan dan spekulasi yang berlebihan melalui pengungkapan fakta kebenaran dan secara transparansi,” kata Adam Schiff.

Sidang dengan pendapat ini akan menjadi kesempatan pertama bagi publik untuk mengetahui perkembangan masalah UFO semenjak berakhirnya tugas Angkatan Udara AS melakukan pengawasan terhadap penyelidikan ‘Proyek Buku Biru’ pada tahun 1969.(sin/yn)

Sumber: epochtimes