Nenek Marah pada Gadis yang Memarahi Cucunya Karena Minumannya Diambil, Gadis Itu Mengatakan Sesuatu dan Nenek Tercengang

Erabaru.net. Orangtua sangat sibuk dengan pekerjaan, sehingga tugas merawat bayi biasanya jatuh pada kakek-neneknya. Cucu Bibi Wang akan pergi ke taman kanak-kanak tahun ini, dan dia biasanya merawat anak itu.

Bibi Wang sangat memanjakan cucunya. Dia memberikan apa pun yang diinginkan cucunya. Cucunya terkadang membuat masalah tanpa alasan, tetapi Bibi Wang selalu memanjakannya.

Setiap akhir pekan, orangtua anak itu akan membawa jalan-jalan ke mall , tetapi pasangan itu harus bekerja lembur, jadi Bibi Wang memutuskan untuk membawa cucunya ke mall.

Ketika datang ke mall, anak-anak itu berlarian, dan Bibi Wang terus mengejarnya, tidak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk kelelahan. Anak itu sangat haus dan ingin minum, jadi dia minta neneknya untuk membeli minuman.

Bibi Wang meninggalkan anak itu di tempat peristirahatan, dan kemudian pergi membeli minuman sendiri. Karena akhir pekan, ada begitu banyak orang di mall hari itu, dan sang nenek mengantri membeli minuman. Anak itu tidak sabar untuk menunggu, dia kebetulan melihat seorang wanita muda yang sedang minuman di sebelahnya, dan anak itu mengambil minumannya.

Saat itu Bibi Wang datang, hanya untuk melihat cucunya diomeli oleh wanita muda itu. Setelah memahami masalahnya, Bibi Wang berkata kepada gadis itu dengan sikap yang sangat buruk: “Anak itu masih kecil, mengapa kamu keberatan dia minum minumanmu?”

Setelah mendengar kata-kata Bibi Wang yang kasar, gadis itu memutuskan untuk memberinya pelajaran: “Saya menderita TBC, cucu Anda telah minum minuman saya dan berhati-hatilah dia akan terinfeksi.”

Ketika mendengar ini, Bibi Wang buru-buru membawa cucunya pergi.

Sebenarnya tidak hanya kakek neneknya saja, banyak orangtua di sekitar kita yang sangat membabi buta memanjakan dan memaklumi kesalahan anaknya, sebenarnya hal ini akan banyak memberikan dampak negatif bagi anak.

Orangtua yang selalu menutupi kesalahan anaknya, apa dampak negatifnya bagi mereka ?

  1. Karakter anak menjadi pemberontak

Anak zaman sekarang sulit dikendalikan, ditambah lagi dengan pergaulan yang dewasa sebelum waktunya, sehingga sikap memberontak akan lebih awal. Terkadang orangtua mengatakan beberapa kata, tetapi anak-anak tidak mau mendengarkan, apalagi anak-anak yang telah dimanjakan sejak dini. Ketika mereka tumbuh dan memasuki masyarakat, itu akan memiliki banyak efek buruk pada hubungan interpersonal dan pekerjaan mereka.

  1. Anak tidak menuruti orangtua

Jika orangtua merasa bahwa pendidikan tidak penting sejak awal, tidak perlu menetapkan aturan untuk anak, dan anak dapat melakukan apa saja yang diinginkannya. Lambat laun anak tidak bisa mendengarkan nasehat orangtuanya, dan sama sekali tidak menuruti didikan orangtuanya. Dapat dilihat bahwa pemanjaan buta orangtua hanya akan membuat anak menjadi sombong, dan masa depan anak akan semakin mencemaskan.

  1. Mudah melakukan hal-hal yang di luar kontrol

Banyak orang berpikir bahwa memanjakan anak tidak akan menimbulkan banyak masalah, tetapi jika anak tidak tahu bagaimana bertanggung jawab setelah melakukan kesalahan, orangtua mengikuti kemauan mereka, dan pada akhirnya, hanya anak-anak yang akan dirugikan.

Jika anak melakukan kesalahan dan orangtua tidak mendidiknya tepat waktu, maka akan menimbulkan banyak akibat yang serius, oleh karena itu ketika anak melakukan kesalahan, orang tua juga harus memperbaikinya tepat waktu.

Bagaimana seharusnya orangtua memperbaiki ini?

  1. Tetapkan aturan

Baik dalam keluarga atau masyarakat, ada aturan, dan kita harus mengikutinya. Oleh karena itu, ketika anak masih kecil, orang tua dapat mencoba menetapkan aturan untuk mereka dan menanamkan rasa aturan pada anak. Lama kelamaan anak-anak akan mengerti kejadian seperti apa, aturan seperti apa yang harus dipatuhi, dan jika mereka melakukan hal yang salah, mereka juga akan menanggung akibatnya.

  1. Amati perilaku anak

Orangtua harus berhati-hati dalam mendidik anaknya, ada orangtua yang lebih santai, begitu juga dalam mendidik anak, mereka memilih untuk menutup mata terhadap kesalahannya, ini bukan cara yang benar. Dalam kehidupan sehari-hari, orangtua harus memperhatikan untuk mengamati kata-kata dan perbuatan anak. Begitu anak melakukan kesalahan, orangtua harus mengoreksi mereka tepat waktu dan meminta mereka untuk memperbaikinya. Hanya dengan cara ini anak secara perlahan akan bisa manyadari kesalahan sendiri.

Dalam proses mendidik anak, orangtua akan menemukan bahwa anak akan selalu memiliki masalah dalam berbagai bentuk, ketika masalah muncul, orangtua akan memilih untuk menyalahkan anak. Sebaliknya, orangtua harus merenungkan dan memikirkan apa yang telah mereka lakukan salah ketika mendidik anak-anak mereka, sementara mengubah anak-anak mereka, mereka juga harus belajar metode parenting .(lidya/yn)

Sumber: kknsays