Ibu Mertuaku Datang ke Rumah untuk Merawat Istriku yang Baru Melahirkan, Saat Pulang Kerja, Aku Melihat Tiga Mangkuk Mie yang Berbeda di Atas Meja, Setelah Makan Aku Menangis

Erabaru.net. Namaku, Xiao Zhang, dan aku dibesarkan dalam keluarga orangtua tunggal. Ibuku meninggal sebelum waktunya karena sakit.

Meskipun aku tinggal di kota, hidup kami sangat sulit. Ayah berangkat pagi-pagi sekali dan pulang larut malam, mendorong gerobak, dan berjalan di sepanjang jalan untuk menjual sayuran.

Belakangan, akhirnya aku bisa masuk kuliah dan mengenal istriku.

Istri adalah gadis yang sangat bijaksana, dia tinggal di pedesaan dan merupakan anak tunggal.

Selama empat tahun kuliah, kami saling menyemangati, dan setelah lulus kami berdua tinggal di Shanghai.

Saat aku mau menikah dengan istriku, ayahku tidak setuju, karena istriku berasal dari desa. Aku mengabaikan ayahku dan mengikuti istriku ke rumah ibu mertuaku untuk melamar.

Mungkin ibu mertua saya tergerak oleh cinta kami dan bahkan setuju aku menikahi putrinya tanpa meminta mahar sepeser pun.

Selama periode ini, ayahku tahu dan dia sangat marah sehingga dia mengabaikanku dan dan dia mencari istri lagi.

Setelah menikah, aku tinggal di rumah sewaan. Agar bisa segera membeli rumah sendiri, aku dan istriku memutuskan untuk menunda memiliki anak dan fokus mencari uang terlebih dahulu.

Akhirnya, tabungan kami cukup untuk uang muka, tapi tiba-tiba Istriku hamil. Meskipun anak ini tidak ada dalam rencana kami, akhirnya kami memutuskan untuk merawatnya! Istriku berhenti dari pekerjaannya pada akhir kehamilannya dan berada di rumah untuk melahirkan.

Aku satu-satunya di rumah untuk mendapatkan uang, dan aku merasakan banyak tekanan.

Istri melahirkan seorang anak laki-laki, dan ibu mertua datang untuk merawat istriku.

Dalam hal ini aku sangat khawatir, melihat kecepatan menabung tidak bisa mengimbangi kenaikan harga rumah, dan sekarang aku harus menghidupi anal. Aku memutuskan untuk bekerja keras dan minta kerja lembur, berusaha untuk memberi istri dan anak-anakku rumah yang stabil sesegera mungkin.

Aku baru saja bekerja shift malam hari itu, dan ketika aku sampai di rumah pagi-pagi, ibu mertuaku buru-buru untuk mengambilkan aku semangkuk mie.

Setelah aku keluar dari kamar mandi, istri dan ibu mertua saya berada di kamar tidur mengganti pakaian untuk anak-anak. Ada tiga mangkuk mie yang berbeda di atas meja: semangkuk mie biasa, semangkuk mie sup kaki ayam, dan semangkuk sup ayam dan mie paha ayam.

Aku langsung mengambil mie polos untuk dimakan, dan saat ibu mertuaku keluar dari kamar tidur dan makan mie polos. Dia buru-buru mengambil meiku dan memberiku semangkuk mie dengan paha ayam dan berkata bahwa mangkuk ini miliknya.

Aku agak bingung, bukankah kaki ayam harus diberikan kepada ibu hamil?

Ibu mertuaku melihat kebingunganku, dia tersenyum dan berkata: “Xiao Zhang, kamu kerja keras setiap, dan kamu dapat menghasilkan cukup uang, jadi perhatikan kesehatanmu. Bagaimana kamu bisa memiliki tubuh yang sehat jika kamu tidak makan dengan baik? “

Ketika ibu mertuaku mengatakan itu, aku mencoba yang terbaik untuk tidak membiarkan air mata jatuh.

Ibu mertua kemudian berkata: “Jangan terlalu khawatir, ayahmu dan aku masih memiliki 200.000 yang. Uang ini akan digunakan untuk membeli rumah untukmu terlebih dahulu, dan ketika Lei Lei (istriku) sudah sehat kembali, kamu bisa pergi untuk melihat rumah. Bagaimanapun, anak itu tidak menyusu ibunya, Lei Lei akan dapat pergi bekerja dalam dua bulan ke depan, dan anak itu dapat aku rawat. “

Kini aku tak tahan lagi, air mata jatuh ke dalam kuah mie satu per satu, ternyata ibu mertuaku telah memperhatikan kerja kerasku.

Aku belum merasakan kasih sayang seorang ibu selama bertahun-tahun, dan kata-kata ibu mertuaku membuat aku merasa bahwa mati karena kelelahan itu layak.

Dibandingkan dengan keegoisan ayahku, ibu mertuaku adalah ibuku, bagaimana menurut kalian?(yn)

Sumber: ezp9