Berapa Kali Normalnya BAB dalam Sehari dan Kapan Waktu Terbaik? Studi: Ada 2 Waktu BAB yang Baik Buat Kesehatan

Erabaru.net. Ada 5 hal yang dilakukan orang setiap harinya, yaitu makan, minum, BAB, BAK dan tidur. Meskipun BAB, BAK hanyalah manifestasi fisiologis normal, tetapi pengobatan tradisional Tiongkok percaya bahwa kesehatan seseorang dapat diprediksi melalui frekuensi buang air besar, bau, warna dan bentuk fesesnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa buang air besar pada dua waktu ini setiap hari selain membawa keuntungan bagi kesehatan seseorang, juga dapat membantu yang bersangkutan terhindar dari beberapa gejala penyakit.

Berapa kali sehari normalnya BAB?

Meskipun orang jarang ambil peduli terhadap frekuensi BAK atau BAB dalam hidup, tetapi jika ditinjau dari segi kesehatan, frekuensi BAB yang terlalu sering, atau terjadi sembelit, itu mencerminkan adanya gangguan pada kesehatan. Dalam keadaan normal, dengan mengecualikan keadaan khusus karena terserang diare, maka frekuensi BAB yang masih termasuk dalam ruang lingkup normal untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 3 kali sehari, atau tidak kurang dari 3 kali seminggu.

Kapan waktu BAB yang baik bagi kesehatan?

  1. Setelah bangun pagi

Kebanyakan orang memiliki kebiasaan buang air besar setelah bangun tidur pagi. Waktu BAB ini relatif sehat. Pasalnya, setelah semalaman perut melakukan proses pencernaan, sejumlah besar feses akan diproduksi dan tertimbun dalam usus besar. Jika Anda bisa mempertahankan kebiasaan baik itu setiap bangun pagi, tidak hanya dapat mengeluarkan kotoran dari tubuh dengan lancar, tetapi juga efektif mengurangi rangsangan buruk terhadap usus yang disebabkan oleh racun dalam feses.

Mandi dan sarapan setelah selesai buang air besar di pagi hari selain dapat merangsang nafsu makan, tetapi juga memberi kemungkinan kepada perut untuk menyerap nutrisi dari makanan yang kita konsumsi, badan terasa lebih ringan. Sebelum BAB sebaiknya minum segelas air matang atau air madu, yang bekhasiat untuk melancarkan buang air besar. Khusus untuk orang berusia lanjut, cara ini efektif untuk meringankan masalah sembelit yang sering mengganggu.

  1. Dua puluh menit setelah makan

Usai makan juga merupakan waktu yang baik buat BAB. Alasannya adalah banyak orang yang otaknya masih linglung, alias belum segar begitu bangun tidur pagi, sehingga keinginan untuk BAB belum muncul. Namun, setelah mencuci muka atau mandi, gosok gigi dan sarapan pagi, peristaltik saluran pencernaan akan berlangsung lebih intensif, sehingga perut mulai terasa mules dan muncul keinginan untuk BAB.

Jika Anda ingin buang air besar dengan lancar atau menghindari sembelit, yang Anda perlukan adalah lebih memperhatikan pengaturan pola makan, jangan sering makan bubur atau nasi lembek yang dapat dengan mudah mengurangi intensitas peristaltik saluran pencernaan, yang pada gilirannya akan membuat Anda perlu mengejan saat buang air besar. Jika Anda biasanya makan lebih banyak makanan kaya serat makanan, tidak hanya efektif meningkatkan kecepatan pencernaan, tetapi juga membuat BAB lebih mudah.

Jika tidak ada perasaan ingin BAB setelah makan, kita juga dapat melakukan beberapa gerakan dengan berjongkok dan berdiri, atau memijat perut dengan telapak tangan kita. Tindakan tersebut sampai batas tertentu juga dapat mendorong BAB. Selain itu, jangan memiliki kebiasaan BAB sambil bermain ponsel, karena perilaku ini selain menambah waktu BAB, tetapi juga dapat menyebabkan masalah seperti sembelit atau wasir.

Meskipun telah dijelaskan di atas mengenai frekuensi BAB per hari dan 2 waktu yang kondusif untuk BAB. Namun pada kenyataannya, waktu BAB antar orang dapat bervariasi, karena hal itu terkait erat dengan banyak faktor seperti pola makan, kebiasaan olahraga dan sebagainya. Oleh karena itu, jika Anda biasanya BAB pada siang hari atau di waktu yang berbeda dengan yang dijelaskan di atas, sepanjang BAB-nya lancar, tidak perlu terlampau mengejan, maka Anda tidak perlu terlalu berkhawatir terhadap masalah yang perlu dihindari.(sin/yn)

Sumber:aboluowang