Aku Menginap di Rumah Tunanganku Semalam Sebelum Menikah, Aku Minta Putus Keesokan Harinya

Erabaru.net. Aku akan menikah dengan pacarku, yang merupakan hal yang sangat membahagiakan, tetapi setelah menginap di rumahnya, perlakuannya padaku, membuat aku tidak berani menikah, dan aku minta putus.

Hubungan cintaku dengan calon suamiku, dialah yang awalnya berinisiatif mengejarku.

Di selalu membawa mawar setiap hari untuk menunjukkan cintanya, pada Hari Valentine, saya mengaku cinta kepadaku, jadi kami akhirnya jalan bersama.

Kemudian kami menyewa sebuah rumah di dekat kami bekerja. Kedua orangtua merasa cocok dan membicarakan tentang pernikahan. Setelah tanggal ditetapkan, hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan telah ditangani, dan kami menunggu hari H.

Suamiku membawa aku ke rumahnya untuk makan malam. Aku bertemu ibu mertuaku. Dia adalah wanita yang sangat tradisional. Selain itu, saya tidak menemukan kekurangan, tetapi pertemuan ini mengejutkanku.

Setelah makan malam, calon suamiku mengatakan bahwa dia sangat lelah dan tidak akan pulang, jadi kami menginap semalam. Setelah mandi, ibu mertuaku merendam pakaiannya dan calon suamiku dan meminta aku untuk mencucinya.

Aku mengatakan bahwa ada mesin cuci di rumah, tetapi ibu mertuaku mengatakan bahwa tagihan listrik mahal, apa salahnya mencuci pakaian dengan tangan, dan aku bukan anak perempuannya, harus belajar hemat di rumah.

Yang membuat aku semakin marah adalah ketika udara panas di malam hari, di kamar kami menyalakan AC, tetapi ibu mertuaku masuk dengan selimut dan tidur di lantai, mengatakan bahwa hanya satu AC yang harus dinyalakan untuk menghemat listrik. Dia juga mengatakan bahwa ketika kami menikah, dia akan tinggal bersama kami, makanya dia tidur di kamar bersama kami agar terbiasa.

Aku meminta suamiku untuk memberitahu ibunya bahwa tidak boleh tinggal sekamar bersama kita ketika kita sudah menikah, itu akan ada banyak konflik.

Tetapi suamiku tidak mau terima, dan mengatakan: “Dia ibuku. Kamu pasti akan tinggal bersamaku ketika kamu menikah denganku. Kamu harus belajar berhemat. Apa gunanya tinggal di kamar saat panas? Kamu terlalu naif.”

Esoknya aku putus dengannya, aku tidak terima dengan kondisi seperti itu. Bagaimana bisa seorang ibu mertua tinggal sekamar dengan suami istri?

Suamiku memohon beberapa kali, mengatakan bahwa akan buruk untuk memutuskan pernikahan hanya karena masalah sepele, dan aku mulai goyah, bagaimana aku harus memilih? (lidya/yn)

Sumber: ezp9