Aku Kehilangan Uang untuk Biaya Operasi Putriku, Ketika Sampai di Rumah, Aku Baru Tahu yang Mengambil Ibu Mertuaku

Erabaru.net. Aku telah menikah dengan suamiku selama 6 tahun. Selama 6 tahun ini, aku hanya melahirkan seorang anak perempuan. Keluarga suamiku ingin aku memiliki anak lagi, namun aku tidak kunjung hamil, lambat laun keluarga suamiku tidak begitu peduli dengan putriku.

Hari itu aku bekerja lembur. Aku meminta suamiku untuk membawa putriku yang berusia 3 tahun untuk bermain di taman, tetapi karena suamiku lalai, putriku mengalami kecelakaan, putriku tertabrak kendaraan yang lewat.

Ketika aku mendengar berita itu, tubuhku seperti tidak bertenaga. Aku melihat suamiku di rumah sakit, duduk di pintu operasi. Aku benar-benar marah padanya. Kemudian, dokter keluar dan memberitahu kami bahwa operasinya tidak berjalan lancar.

Operasi pertama menghabiskan biaya 100.000 yuan (sekitar Rp 217 Juta), tetapi anak itu masih belum bangun.

Dokter memberitahu kami bahwa ini adalah proses yang panjang, dan mungkin ada operasi kedua, ketiga, keempat, atau bahkan kelima, dan biaya tindak lanjut akan memakan ratusan ribu yuan.

Kemudian, untuk menyelamatkan putriku, aku mengumpulkan uang di mana-mana. Aku meminjam pada saudara dan teman. Kemudian, perusahaan suamiku dan perusahaanku mengadakan pengumpulan sumbangan, dan totalnya terkumpul 200.000 yuan (435 juta).

Malam itu, setelah uang terkumpul aku pergi ke rumah sakit. Aku tidak tidur selama dua hari dua malam. Saya berbaring di samping putriku, memegang tangannya, dan perlahan-lahan tertidur.

Pada hari kedua dokter mengatakan bahwa putriku akan dioperasi. Kemudian aku pulang mengambil uang untuk membayar biaya operasi, saat aku membuka tas, uang itu telah hilang. Aku benar-benar gila saat itu. Aku telah dengan jelas memasukkan uang itu ke dalam tas sebelumnya, bagaimana mungkin hilang?

Aku telah mencari di seluruh rumah, tetapi aku masih tidak dapat menemukannya. Aku bertanya kepada suamiku, dia mengatakan tidak tahu ke mana uang itu pergi, dan ibu mertuaku juga mengatakan tidak tahu. Saat itu, aku benar-benar hancur. Aku menangis histeris.

Aku berlutut di depan dokter dan meminta putriku untuk menjalani operasi terlebih dahulu, dan kemudian aku akan mengumpulkan uang, tetapi suara dingin ini memberitahuku bahwa mereka tidak bisa melakukannya tanpa ada uang jaminan, dan saya benar-benar putus asa, ke mana saya bisa mencari uang sebanyak itu lagi ?

Aku pulang ke rumah dan melihat seorang wanita muda membawa bayi ke rumah kami. Suamiku berada di rumah sakit, dan hanya mertuaku yang duduk di ruang tamu. Saat itu, wanita itu berkata bahwa dia telah menerima 200.000 yuan dari ibu mertuaku.

Saat itu saya berpikir, 200.000, bagaimana bisa begitu kebetulan, dan intuisi saya mengatakan bahwa 200.000 yuan itu adalah uangku yang hilang.

Kemudian, saya marah dan meminta penjelasan, ternyata wanita ini adalah selingkuhan suamiku, dan wanita itu hamil secara tidak terduga dan melahirkan anak laki-laki. Dia awalnya minta kompensasi 100.000 yuan, tetapi kemudian dia berubah pikiran dan meminta 200.000 yuan. Suamiku dan ibu mertua saya benar-benar kehilangan hati nuraninya.

Pada saat itu, saya benar-benar tidak percaya bahwa keluarga mereka akan melakukan hal yang kejam seperti itu.

Aku berlutut kepadanya, aku memohon padanya untuk mengembalikan uang itu kepadaku. Wanita ini tidak menunjukkan belas kasihan.

Putriku benar-benar tidak punya uang untuk berobat. Beberapa hari kemudian, dokter memberitahu bahwa putriku meninggal. Setelah berurusan dengan pemakaman putriku, aku dan suami bercerai.(lidya/yn)

Sumber: hker.life