Ketika Ibu Mertuaku Ulang Tahun, Suamiku Menyuruh Aku Tidak Ikut, Keesokan Harinya, Putraku Memberitahu Sesuatu yang Membuat Aku Menceraikannya

Erabaru.net. Aku dan suamiku telah menikah selama 8 tahun, dan putra kami berusia 6 tahun. Kami berdua adalah pekerja kantoran. Setelah beberapa tahun hidup hemat, kami mengambil pinjaman untuk membeli rumah di kota. Meskipun kami sedang berjuang untuk hidup, dengan melihat senyum di wajah anakku dan perhatian suamiku setiap haria aku merasa sangat puas. Namun baru-baru ini karena ulang tahun ibu mertua saya, terjadi sesuatu, yang membuat saya mengakhiri pernikahan dengan suami.

Suamiku memiliki adik laki-laki yang berusia 28 tahun dan belum menikah. Ibu mertuaku sering minta tolong padaku untuk mencarikan istri.

Di usia adik iparku sekarang, semua orang sudah memiliki mobil dan rumah, dan mereka memiliki jaminan hidup, tetapi iparku tidak memiliki apa-apa. Setelah beberapa perkenalan, itu tidak berhasil, dan saya tidak berani memperkenalkannya lagi. Keluarga mertuaku tidak punya uang untuk membelikannya rumah atau mobil.

Itu adalah hari ulang tahun ibu mertuaku. Awalnya aku berencana untuk pulang ke rumah mertua untuk merayakan ulang tahunnya. Tapi suamiku mengatakan bahwa perjalanannya jauh,dan aku mabuk perjalanan, dia minta aku untuk tinggal di rumah, dan suamiku pulang ke rumah ibunya untuk merayakan ulang tahunnya dengan putraku.

Mereka kembali keesokan paginya. Suamiku tidak memberitahu banyak tentang acara hari ulang tahun ibu mertua kemarin. Namun, tidak saya duga putraku berkata kepadaku: “Ibu, ayah sangat kaya, dia memberi banyak uang pada paman!”

Saya benar-benar kaget. Aku tahu situasi keuangan keluargaku. Dari mana dia mendapatkan banyak uang, dan bahkan jika dia memiliki banyak uang, aku tidak tahu apa-apa tentang hal ini.

Dengan sedikit marah aku bertanya kepada suamiku dari mana uang itu berasal, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa. Aku segera memikirkan barang berharga terakhirku. Ini adalah pikiran terburukku.

Ketika kami menikah, aku memiliki beberapa emas dalam mas kawinku. Itu adalah mas kawin pribadiku. Ketika aku membuka lemari dan melihat bahwa semua emas pernikahanku benar-benar hilang. Itu milikku, bagaimana suamiku bisa mengambilnya. Aku tidak berharap orang di samping bantalku adalah pencuri!

Belakangan, setelah aku desak, suamiku dengan terus terang mengakui, dan mengatakan bahwa dia menjual semua emasku, dan kemudian memberikan uang kepada adiknya untuk membeli mobil. Aku benar-benar marah setelah mendengarnya. Setelah berdebat cukup lama, aku langsung pergi ke Biro Urusan Sipil untuk menceraikannya. Apa pendapat Anda tentang tindakan yang saya ambil ini?(lidya/yn)

Sumber: goez1