Pada Malam Pernikahan, Suamiku Sangat Mabuk Sehingga Tidak Bisa Bangun, Aku Terbangun di Tengah Malam dan Aku Ketakutan Ada Orang yang Tidur di Sebelah Suamiku!​​

Erabaru.net. Aku dan suamiku bertemu dalam kencan buta, dan kami menikah tiga bulan setelah kami bertemu. Kesan pertama tentang suamiku adalah, dia jujur, dan dia tidak banyak bicara.

Sebenarnya, tipe orang seperti ini yang paling menarik perhatianku. Aku tidak suka pria yang terlalu banyak bicara, yang membuatnya tampak dangkal.

Karena kesan pertama baik, kami mulai berkencan. Setelah dua bulan berhubungan, aku menemukan bahwa dia masih orang yang sangat berhati-hati dan sangat menghargai aku.

Kebaikannya kepadaku dilihat oleh orangtu , dan ibuku membujuk aku untuk segera menikah.

Lalu kami bertunangan. Setelah bertunangan, saatnya mempersiapkan pernikahan. Orangtuaku adalah orang-orang yang bijaksana, dan mereka tidak memiliki persyaratan khusus untuk keluarga suamiku. Orangtuaku hanya meminta suamiku untuk memperlakukan aku dengan baik setelah menikah.

Di hari pernikahan aku memiliki harapan besar dengan suamiku, tetapi tiba-tiba ada hal yang membuat aku takut.

Pada malam pernikahan, karena banyak rekan kerja, dan teman sekelas, suamiku banyak minum dan mabuk.

Setelah mengantar para tamu pulang, aku memapah suamiku kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Kemudian ibu mertua dan aku membersihkan kekacauan di luar. Saat itu sekitar pukul 10:30 malam ketika kami selesai. Kemudian aku masuk ke kamar untuk beristirahat. Suamiku sudah tidur mendengkur dengan keras, dan aku menggoyangnya beberapa kali, tapi dia tidak bangun juga. Pada saat ini, ibu mertua saya mengetuk pintu dan bertanya apakah suamiku baik-baik saja, aku berkata tidak apa-apa, dan kemudian ibu mertuaku kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

Baju suamiku basah oleh muntahan karena mabuk dan aku melepas pakaiannya, dan kemudian tertidur di lengannya. Tapi di tengah malam, aku terbangun karena aku merasa ada seseorang yang masuk ke kamarku, aku membuka mata dan mendorong suami, tetapi dia masih mendengkur. Ketika aku menyalakan lampu di samping tempat tidur, aku ketakutan dengan orang yang tidur di sisi lain suamiku, ternyata ibu mertuaku.

Ibu mertuaku terbangun, dan dia malu setelah melihat aku, tetapi memaksakan tersenyum, dan berkata : “Ibu khawatir suamimu terlalu banyak minum, dan kamu tidak dapat mengatasinya, jadi ibu akan merawatnya.”

Aku dibuat malu dengan penjelasan ibu mertuaku, aku dengan jelas mengunci pintu kamar dari dalam sebelum tidur, bagaimana ibu mertuaku bisa masuk?

Kejadian ini membuat aku merasa tidak nyaman untuk waktu yang lama, dan setelah menikah, aku baru menemukan bahwa suamiku ternyata adalah ‘anak mama’!

Untungnya, ibu mertua saya adalah orang yang pengertian, dia tidak membuat tuntutan berlebihan padaku dalam dua bulan terakhir setelah menikah, tetapi aku khawatir di masa depan, setelah beberapa saat, apa yang harus saya lakukan?

Faktanya, tidak semua tentang ibu mertua itu buruk, dan kamu juga mengatakan bahwa ibu mertuamu lebih pengertian. Di masa depan, selama kamu memiliki sesuatu untuk dilakukan, kamu dapat berkomunikasi lebih banyak dengannya. Atau, Anda bisa mencoba meyakinkan suami untuk pindah dan tidak tinggal bersama ibu mertua.

Ingat, orang mengubah hati orang, Anda hanya bisa memperlakukan orang dengan ketulusan, dan orang lain akan memperlakukan Anda dengan ketulusan.(yn)

Sumber: goez1