Setelah Mengetahui Bayi yang Dikandung Perempuan, Ibu Mertuanya Memaksa untuk Menggugurkannya, Setelah Bayi Itu Lahir, Ibu Mertuanya Memohon untuk Merawatnya, dan Dia Menolaknya

Erabaru.net. San San dan suaminya tidak berencana untuk memiliki anak kedua pada awalnya, dan ibu mertuanya mengatakan setiap hari bahwa jika mereka tidak ingin memiliki anak lagi, dia mengancam akan bunuh diri.

Suaminya menyuruh San San untuk mengabaikannya, tapi San San memilih untuk mengalah. Mereka relatif kaya secara finansial, dan suaminya penuh perhatian. Anak perempuan tertua berusia 18 tahun dan akan segera kuliah.

Setelah mencoba untuk waktu yang lama, San San akhirnya hamil. Dokter mengatakan bahwa pada usia Xiao Qu, bisa hamil dalam waktu sesingkat itu sudah sangat luar biasa.

Proses kehamilan anak kedua San San cukup sulit dan berliku-liku, lagipula dia juga berusia empat puluh empat tahun.

Ibu mertuanya sangat senang ketika mendengar bahwa San San sedang hamil. Ibu Mertuanya mendesak San San untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, untuk mengetahui jenis kelaminya.

San San sangat marah, mengatakan bahwa ketika dia memutuskan untuk memiliki anak kedua, dia tidak pernah mempertimbangkan apakah anak itu laki-laki atau perempuan, selama itu sehat.

Ibu mertua mengatakan bahwa dia sudah memiliki anak perempuan, adalah rugi dengan membesarkan anak perempuan lagi.

San San mengabaikannya. Ibu mertua mengeluh di mana-mana di lingkaran kerabat dan teman, mengatakan bahwa San San sangat keras kepala, dan tidak memahami hati mereka sebagai orangtua, dan San San akhirnya melunak.

San San akhirnya pergi dengan ibu mertuanya untuk melakukan pemeriksaan, dan ternyata bayinya adalah seorang gadis, ibu mertuanya mendesaknya untuk segera melakukan aborsi.

San San menolak, dan bertengkar hebat dengan ibu mertuanya, ibu mertuanya mengatakan bahwa ketika anak itu lahir, dia bahkan tidak akan melihatnya.

San San mengabaikannya, dan bahkan tidak pergi ke rumah ibu mertuanya di hari-hari berikutnya. Sampai anak itu lahir, tetapi dia tidak berharap bahwa bayinya adalah laki-laki, San San dan suaminya sangat bahagia.

Ketika ibu mertuanya mendengar bahwa San San melahirkan seorang putra, dia segera membeli kunci umur panjang, memasak sup ayam, dan bergegas ke rumah sakit. Memintanya untuk mengizinkannya bertemu dengan cucunya, tapi San San menolaknya.

Sampai, putra San San berusia hampir tiga bulan, dan dia tetap menolak untuk membiarkan ibu mertuanya datang menemuinya.

San San tidak bisa melupakan wajah ibu mertuanya ketika dia mengetahui bahwa jenis kelamin anak itu perempuan! Apakah dia salah? (yn)

Sumber: goez1