Ibu Ditinggalkan di Jalan oleh Putranya dan Hidup Mengemis, Sampai Bertemu Seorang Pria yang Mengubah Hidupnya

Erabaru.net. Semua orang di desa mengatakan bahwa Bibi Li memiliki kehidupan yang sulit, dan suaminya meninggalkannya tepat setelah putranya lahir. Bibi Li membesarkan putranya dengan membantu orang-orang memperbaiki pakaian. Terkadang, Bibi Li juga bekerja sebagai mencuci pakaian dan memanen hasil panen penduduk desa. Terlepas dari hidupnya yang sulit, sekarang putranya sudah dewasa dan menikah.

Meskipun putranya sudah menikah, Bibi Li baru berusia 40-an. Semua tetangga mengatakan bahwa Bibi Li sangat beruntung, dan inilah saatnya untuk menikmati masa tuanya. Namun, kenyataanya Bibi Li masih menjahit pakain untuk orang-orang di jalan, meskipun pendapatan bulanannya kurang dari 1.000 yuan, dia masih suka membantu orang-orang yang membutuhkan.

Menantu perempuan Bibi Li sangat cantik, namun sangat sombong. Penduduk desa mulai bergosip bahwa menantu perempuan Bibi Li sering melecehkan Bibi Li. Jika Bibi Li tidak memberikan uang padanya, menantunya tidak akan memberinya makan. Setiap kali seseorang bertanya kepada Bibi Li apakah semua itu benar, Bibi Li hanya menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. Ketika orang-orang mulai mendesaknya, Bibi Li mulai terisak.

Musim panas tahun ini luar biasa panasnya. Bibi Li tiba-tiba pingsan. Setelah dikirim ke rumah sakit untuk pemeriksaan,ditemukan tumor telah tumbuh dan perlu segera dioperasi. Ketika putra dan menantunya melihat bahwa biaya operasi adalah 100.000 yuan (sekitar Rp 217 juta), mereka tidak sanggup, dan membawa Bibi Li pulang malam itu meskipun dokter melarangnya.

Hari itu, menantu perempuannya memasak untuk Bibi Li untuk pertama kalinya. Keesokan harinya, putranya membawa Bibi Li ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi, mengatakan bahwa dia akan mengajaknya jalan-jalan dan melihat dunia. Siap sangka putranya kemudian meninggalkannya dan tidak pernah kembali.

Bibi Li tidak punya uang, dan dia tidak tahu berada di mana, dan segera hidup di jalanan, dan hanya bisa mencari nafkah dengan mengemis.

Bibi Li mendengar bahwa ada sebuah restoran yang sering membagikan sisa makanan kepada pengemis, jadi dia pergi bersama yang lain ke sana. Bibi Li sedang berjongkok di sebelah restoran dan memakan makanan, dan tiba-tiba ditegur oleh seorang pemuda: “Apakah Anda Bibi Li?”

Bibi Li memandang pemuda di depannya, dan tidak ingat kapan bertemu dengannya.

“Apakah Bibi ingat saat musim dingin, ada seorang anak dengan sepatu robek? Bibi tidak hanya membelikannya makanan panas, membawanya ke kantor polisi, tetapi juga memberinya semua uang yang Bibi miliki,” kata pria itu dan mulai menangis.

Bibi Li berseru: “kamu, apakah kamu sudah menemukan orang tuamu?” Pria itu mengangguk.

Ternyata pria itu diculik dan dijual oleh pedagang manusia saat itu. Untungnya, dia melarikan diri, tetapi dia tidak ingat di mana dia tinggal dan tidak punya uang. Untungnya, dia bertemu Bibi Li. Dengan bantuan Bibi Li dan polisi, dia akhirnya menemukan keluarganya.

Pemuda itu bertanya pada Bibi Li apa yang terjadi, dan pada titik ini, Bibi Li menjelaskan dengan air mata. Setelah mendengarkan apa yang dikatakan Bibi Li, pemuda itu bersujud tiga kali kepada Bibi Li dan berkata: “Aku akan menjadi anakmu di masa depan. Aku akan mengobati penyakitmu dan aku akan merawatmu.”

Bibi Li menangis setelah mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa putranya yang sudah dia rawat dengan susah payah membuangnya, namun pria yang dia bantu sekali memberinya kehidupan di hari tuanya.(lidya/yn)

Sumber: uos.news