Suamiku Membayar Biaya Pengobatan Ibuku 400 Juta, Setelah Itu Dia Meminta untuk Bercerai, Kebenarannya Membuatku Menangis

Erabaru.net. Aku dan suamiku tumbuh bersama di sebuah kota kecil, dan rumahnya berseberangan dengan rumahku. Ketika aku masih kecil, ibu mertuaku sering bercanda bahwa aku akan dijadikan menantunya di masa depan. Setelah menyelesaikan sekolah dia pergi ke universitas di kota besar, dan mereka semua mengatakan bahwa suamiku sangat menjanjikan.

Aku berpikir suamiku pergi ke kota dan melihat dunia besar, jadi dia tidak mungkin menikah dengan aku sebagai gadis desa. Meskipun kami memiliki persahabatan yang mendalam, aku tidak layak untuknya. Tanpa diduga, di tahun pertama kelulusannya, dia kembali ke desa untuk melamarku.

Suamiku melepaskan pekerjaannya yang bergaji tinggi di kota dan tinggal di kabupaten sebagai guru, dan aku bekerja di kafetaria sekolah. Meskipun aku tidak tahu mengapa dia melepaskan pekerjaan bergaji tinggi itu, aku tahu bahwa dia telah berkorban begitu banyak untukku, dan aku benar-benar tersentuh.

Pada awalnya, aku merasa bahwa pekerjaanku mungkin membuatnya malu dan menyembunyikan hubungan kami. Tapi, dia mengatakan kepadaku bahwa kami adalah suami istri dan tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Aku sangat terharu saat mendengarnya.

Suamiku juga sangat berbakti kepada ibuku, dan memperlakukan sama seperti ibunya sendiri. Ketika suami saya masih di sekolah dasar, ayahnya meninggal, dan kemudian ibunya membesarkan suamiku sendirian.

Kita semua tahu bahwa keluarga ibu mertuaku sulit, sehingga orangtuaku sering membantu. Jika ada sesuatu yang enak, atau jika ada yang bisa kami bantu, ibu akan meminta saya untuk membawanya ke ibu mertuaku. Dalam ingatanku, hubungan antara kedua keluarga kami sangat baik.

Ibu mertuaku dengan kerja keras menafkahi suamiku untuk menyelesaikan sekolahnya, dan kemudian dia menderita stroke dan lumpuh.

Saat itu, ibuku berinisiatif untuk meminjamkan puluhan ribu yuan kepada ibu mertuaku, agar suamiku bisa terus melanjutkan sekolahnya. Karena itu, di tahun-tahun dia kuliah, keluarga kami sudah menganggapnya sebagai keluarga.

Tahun ini, ibuku tiba-tiba pingsan di tanah, dia pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan menemukan bahwa dia memiliki tumor ganas di tubuhnya.

Menurut perkiraan awal, biaya seluruh perawatan adalah 200.000 yuan (sekitar Rp 432 juta). Namun, kami tidak memiliki uang sebanyak itu. Kamis sudah mengumpulkan semua simpanan kami dan meminjam kepada saudara, namin itu masih jauh dari cukup.

Malam itu suamiku mengatakan kepadaku: “Saya akan mencoba peruntungan di kota.”

Aku tidak tahu apa yang suamiku maksudkan dengan “mencoba peruntungan”, tetapi keesokan harinya suamiku pergi ke kota. Tiga hari kemudian, ketika ibu keluar dari ruang operasi, suamiku memberi aku 200.000 yuan. Aku bertanya kepadanya dari mana uang itu berasal, tetapi dia tidak mengatakannya.

Ibu saya berhasil menjalani kemoterapi, tetapi aku bingung dan tidak tahu dari mana uang suamiku berasal. Setiap kali aku bertanya kepadanya, dia berkata: “Jangan banyak tanya, rawat ibumu dengan baik.”

Setelah dua hari, dia ingin pergi ke kota dan berkata. Dia mengatakan bahwa bosnya telah membayarnya 200.000 di muka, dan dia harus segera mengambil pekerjaannya.

Pada saat itu, aku berpikir sangat aneh bahwa ada bos yang baik seperti itu. Kemudian, setelah ibuku keluar dari rumah sakit, dan aku ingin memberi kabar suamiku, aku tidak dapat menghubungi nomor teleponnya.

Setiap kali aku mengiriminya pesan, dia tidak membalas dan dia tidak menjawab telepon.

Pada hari ulang tahun ibu mertua, dia akhirnya pulang. Namun, dia mengatakan kepadaku bahwa dia ingin menceraikan aku. Aku kaget dan menangis saat itu. Ketika saya bertanya apa alasannya, dia berkata: “Meskipun ibumu telah membiayai aku kuliah, aku akan akan selalu mengingatnya sepanjang hidup saya. Tetapi aku benar-benar tidak mencintaimu, dan aku tidak ingin terus berpura-pura mencintaimu untuk membalas kebaikanmu.”

Aku kemudian bertanya kepadanya, dari mana 200.000 itu? Suamiku ragu-ragu, dan akhirnya mengungkapkan kebenarannya. Ternyata ketika dia kuliah, dia bertemu dengan bos wanita saat bekerja paruh waktu, yang usianya 20 tahun lebih tua darinya, dan wanita itu menyukainya.

Tapi setelah ibuku jatuh sakit kali ini, dia juga putus asa untuk mencari biaya rumah sakiat. Dia kemudian mencari wanita kaya ini lagi, dan meminjam 200.000 darinya, tetapi syaratnya suamiku hidup bersamanya selama tiga tahun. Dalam tiga tahun, wanita itu akan memberikan semua yang suamiku inginkan, termasuk masa depan. Suamiku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, dan dia juga tidak ingin menyakitiku, jadi dia ingin menceraikan aku, dan aku bisa menemukan pria yang baik untuk segera dinikahi.

Setelah aku tahu semuanya, saya meneriakinya karena sangat bodoh. Dia jelas seorang pria yang masih muda, tetapi dia ingin bersama wanita tua itu demi menyelamatkan ibuku. Dia begitu baik kepada keluarga kami, apa pun yang terjadi, aku tidak ingin meninggalkannya, meski harus menunggunya selama tiga tahun. Namun, dia bersikeras menceraikan saya, tidak ingin membuat kau sengsara, dan dia minta maaf ..Mungkinkah dia benar-benar tidak mencintaiku? Tapi aku sangat mencintainya, apa yang harus aku lakukan?(lidya/yn)

Sumber: goez1