29 Tahun yang Lalu, Dia Menemukan Bayi Perempuan dengan Bibir Sumbing di Tempat Sampah, Bertahun-tahun Kemudian, Gadis Itu Membuat Keputusan yang Mengejutkannya

Erabaru.net. Namaku Zhou , aku berusia 50 tahun tahun ini. Sejujurnya, beberapa tahun yang lalu, hidupku sangat miskin. Aku dan istriku sama-sama tidak berpendidikan. Karena kakiku cacat istriku bekerja keras untuk menghasilkan uang.

Aku adalah seorang anak yatim piatu. Ketika aku berusia 18 tahun, aku terluka parah karena tanah longsor di kampung halamanku, yang membuat kakiku cacat dan kehilangan kesuburanku.

Istriku dapat menemukan pria yang seratus kali lebih daripada aku, tetapi dia tetap memilih menikah denganku, dan mengabaikan keberatan keluarganya.

Istriku tidak mempersoalkan kecacatan dan ketidaksuburanku. Aku tidak bisa menggambarkan seberapa baik dirinya kepadaku.

Setelah kami menikah, ketika kami sedang mendiskusikan tentang anak-anak kami, Tuhan memberi kami kejutan yang tidak terduga.

Pagi itu, 29 tahun yang lalu, aku dan istriku pergi keluar pada waktu yang sama, dia pergi bekerja ke pabrik dan aku pergi untuk mereparasi sepatu, ketika kami melewati tumpukan sampah di pinggir jalan, kami melihat seorang bayi yang ditinggalkan menangis dengan pakaian di sampingnya.

Saat kami berjalan mendekat, kami melihat bahwa itu adalah bayi perempuan dengan bibir sumbing. Istriku buru-buru menggendongnya dan memutuskan untuk merawat bayi itu.

Anak itu kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, dan semua fisiknya normal kecuali bibir sumbingnya, lalu kami memutuskan untuk mengadopsinya.

Setelah kami mengadopsi bayi perempuan terlantar dengan bibir sumbing ini, kami dikritik oleh penduduk desa dan tetangga. Kami menghadapi tatapan aneh semua orang, dan kami bersikeras untuk menjaga anak itu bersama kami, dan kami bahkan menabung untuk operasi perbaikan bibir sumbing untuk anak itu.

Putriku, Hui Hui, sangat bijaksana dan berperilaku baik, dan telah membawa banyak kebahagiaan dalam hidup kami yang awalnya kurang. Aku sering berpikir bahwa ini karena Tuhan melihat kami yang hidup menyedihkan, jadi Tuhan memberi kami hadiah yang indah.

Huihui benar-benar cerdas. Dia memiliki prestasi akademik yang sangat baik sejak dia masih kecil. Dia diterima di universitas terkemuka dan dikirim untuk belajar di luar negeri selama tiga tahun oleh sekolah tersebut.

Setelah kembali dari studinya, dia kembali ke universitas untuk mengajar dan memegang berbagai posisi, mendapatkan penghasilan tahunan 300.000 yuan (sekitar Rp 650 Juta), dan menemukan pacar yang kaya dan tampan.

Tiga tahun lalu, setelah berdiskusi dengan istriku, aku memutuskan untuk menceritakan masa lalunya, berharap dia bisa menemukan orangtua kandungnya.

Ketika Hui Hui mendengar tentang riwayat hidupnya, dia memeluk kami dan menangis sedih, dia membuat keputusan yang mengejutkan kami. Dia mengatakan bahwa, kami adalah satu-satunya orangtua kandungnya selamanya.

Kemudian dia membelikan kami sebuah rumah mewah, meminta kau belajar mengemudi, dan membelikan aku BMW. Memberi kami banyak uang setiap tahun, mendaftarkan kami ke dalam grup tur agar kami bisa bepergian.

Dalam tiga tahun terakhir, aku telah bepergian ke seluruh negeri dengan istriku.

Aku merasa sangat beruntung dengan merawat bayi yang ditinggalkan ini. (lidya/yn)

Sumber: goez1