Pacarku yang Kaya Membawa Aku Menemui Orangtuanya, Ketika Aku Melihat Pembantunya, Aku Menjadi Malu

Erabaru.net. Aku berasal dari desa, dan keluargaku sangat miskin. Ketika aku di sekolah menengah, ayahku sakit parah, dan ibuku menghabiskan semua tabungannya untuk pengobatan ayah, namun nyawa ayah tetap tidak bisa tertolong.

Setelah lulus SMA, demi mengurangi beban ibuku, aku memutuskan untuk tidak melajutkan ke universitas. Meskipun nilaiku selalu yang terbaik.

Ibuku tidak setuju dengan keputusanku, dia mengatakan akan berusaha agar aku tetap melanjutkan pendidikanku.

Akhirnya ibuku pergi ke kota dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga, untuk biaya kuliahku, dan penghasilannya tidak buruk untuk keluarga pedesaan.

Saat aku kuliah, ada seorang anak laki-laki di kampus yang mengejar aku, aku dengar dia dari kota dan kondisi keluarganya sangat kaya.

Aku pikir aku tidak layak untuk keluarga seperti itu, jadi aku selalu mencoba menolaknya.

Tapi anak itu tidak menyerah karena penolakanku, dia selalu mencoba segala cara untuk mendekatiku.

Sebenarnya, aku juga suka padanya. Tapi aku takut akan ada hambatan di masa depan karena perbedaan besar dalam keluarga, jadi aku berusaha menghindar.

Anak laki-laki itu memanggil namaku di lantai bawah di asramaku setiap malam, yang membuat semua teman sekelas di gedung tahu tentang hal itu. Untuk menghentikan perilakunya, aku pun mengajaknya berbicara empat mata.

Dia bertanya mengapa aku menolaknya. Aku mengatakan yang sebenarnya. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku berasal dari sebuah desa, ayahku sudah meninggal, dan hanya ada ibu dalam keluargaku. Tapi aku tidak memberitahu bahwa ibuku bekerja sebagai pembantu.

Setelah mendengarkan, dia berkata: “Jangan khawatir, orangtuaku adalah orang yang berpikiran terbuka, selama kita memiliki hubungan yang baik, ini tidak masalah.” Akhirnya aku setuju untuk menjadi pacarnya.

Setelah lulus kuliah, pacarku bilang ingin mengajakku bertemu dengan orangtuanya, tapi aku sedikit takut. Aku tidak tahu mengapa, aku selalu merasa rendah diri di depannya, dan aku selalu merasa bahwa aku tidak layak untuknya.

Dia mengajak aku membeli satu set pakaian dari toko khusus, dan juga membelikan aku beberapa hadiah untuk orangtuanya. Ini semua dibeli olehnya.

Aku tahu pacar saya mencoba menyelamatkan mukaku, tetapi aku merasa sedikit malu.

Ketika kami sampai ke rumahnya aku agak gelisah, aku menemukan bahwa keluarganya benar-benar kaya, dengan mobil mewah di berjejer di halaman rumahnya yang besar. ini semua Membuatku semakin gelisah.

Pacarku membawa aku masuk, dan orangtuanya ada di ruang tamu, mereka membiarkan aku duduk dan menonton TV bersama mereka.

Ibunya berkata: “ Silahkan duduk, pembantu sedang memasak. Makan malam akan segera siap.”

Ayahnya datang dan menanyakan beberapa pertanyaan, semuanya menanyakan tentang sekolah, apa yang saya pelajari, dan di mana saya berharap untuk bekerja di masa depan. Aku dengan lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Tetapi ketika dia bertanya tentang kondisi keluargaku, aku tidak tahu harus berkata apa. Aku tergagap dan berkata: “Saya hanya tinggal bersama ibu saya.”

Wajah ibunya tampak sedikit tidak senang dan berkata: “Lalu apa pekerjaan ibumu.”

Aku takut mereka akan memandang dengan jijik jika tahu pekerjaan ibuku yang sebenarnya, jadi aku berbohong dan mengatakan bahwa ibuku punya bisnis kecil di rumah. Aku tidak tahu mengapa aku berbohong saat itu.

Ketika orangtuanya mendengar bahwa ibuku menjalankan usaha sendiri, mereka tidak mengatakan apa-apa.

Tidak lama kemudian, pembantu di dapur berteriak di pintu, makanan sudah siap, saatnya memasak. Ketika aku mendengar suaranya, aku merasa begitu akrab, aku menoleh dan melihat bahwa itu adalah ibuku.

Ibuku juga tampak kaget dan bertanya padaku: “Bagaimana kamu datang ke sini?”

Pacarku berdiri dan berkata: “Apakah kamu mengenal pembantu kami?”

Aku tidak tahu harus berkata apa, aku tahu bahwa kebohonganku akan segera terungkap.

Kemudian aku membawa ibuku keluar dari rumah itu. Ibuku bertanya padaku apa yang terjadi, dan aku menceritakan keseluruhan ceritanya.

Aku bilang bahwa aku telah berbohong pada mereka, tidak mengatakan yang sebenarnya, bahwa ibuku seorang pembantu. Mendengar apa yang aku katakan, Ibuku menangis, dia berkata bahwa dia tidak ingin membuatku malu.

Melihat ibuku menangis sedih, aku tahu aku melakukan sesuatu yang salah.

Mengapa aku harus membenci ibuku yang telah berkorban untukku? Setelah itu, pacarku tidak meneleponku lagi, dan aku kira dia sudah tahu yang sebenarnya.

Bagaimana mungkin keluarga seperti mereka menerima putri dari seorang pembantu.(lidya/yn)

Sumber: goez1