Ibunya Datang ke Rumahnya dan Tidak Mandi Selama 3 Bulan, Putrinya Menyuruhnya Pulang, Ketika Membersihkan Kamar Ibunya Dia Menangis

Erabaru.net. Aku berasal dari pedesaan, di keluargaku aku memiliki adik laki-laki. Ibuku selalu memihak pada adikku. Kalau ada makanan enak di rumah selalu diberikan pada adikku dan aku selalu mendapat sisanya. Ketika adikku mendapat baju baru, aku memakai baju lama pemberian tetangga. Aku juga belum pernah melihat ibuku memarahi adik laki-lakiku, namun, jika aku melakukan kesalahan, aku selalu dimarahi dan dipukul.

Setelah lulus kuliah, aku menikah dan tinggal di kota, aku merasa lega, akhirnya aku bisa keluar dari rumahku yang ‘tidak adil’. Ketika aku menikah, ibu saya menangis dan mengatakan padaku untuk berhati-hati, aku merasa ibuku menangis palsu.

Tahun ketiga aku menikah, aku mengalami kecelakaan dan patah tulang. Dokter menyuruhku untuk istirahat selama beberapa bulan. Jadi aku menelepon ibuku untuk datang dan menjagaku.

Karena aku tidak pernah pulang setelah menikah. Ketika ibuku tiba di rumah aku melihat ibuku nampak jauh lebih tua dan jalannya juga sudah tidak sekuat dulu.

Setelah ibuku datang ke rumah, dia hanya mandi pada malam dia datang ke rumah. Dia tidak mandi dalam tiga bulan ke depan. Aku selalu memintanya untuk mandi, namun dia selalu bilang itu pemborosan tagihan air dan listrik. Pada saat ini, aku juga sudah mulai membaik, dan aku menyuruh ibuku untuk pulang karena aku merasa dia sangat bauk karena tidak mandi.

Ketika ibuku pergi, dia berpesan agar aku menjaga kesehatanku, aku tidak terlalu mendengarkannya.

Sehari setelah ibuku pergi, ketika aku membersihkan kamarnya, aku menemukan setumpuk uang di bawah bantal. Aku menghitungnya, dan itu adalah 20.000 yuan (sekitar Rp 43 Juta). Ketika aku tahu bahwa uang itu ditinggalkan oleh ibu untukku, aku tidak bisa menahan diri dan menangis.

Kemudian, ibuku meneleponku dan mengatakan bahwa tabungan keluarga sekarang tidak banyak, dan dia tidak dalam keadaan sehat. Dia perlu berobat untuk waktu yang lama. 20.000 yuan adalah uang yang dia sisihkan untukku, alasan mengapa dia tidak mandi adalah karena dia tidak ingin melakukan pemborosan air dirumahku.

Aku menangis lagi dan memohon ibuku untuk memaafkanku. Ibuku berkata bahwa dia tidak baik kepadaku sebelumnya dan meminta maaf.

Keesokan harinya, aku membeli tiket dan pulang untuk mengunjungi ibuku, aku memutuskan untuk menjadi anak yang berbakti di masa depan!(lidya/yn)

Sumber: coolsaid