Setelah 3 Tahun Menikah Istriku Belum Juga Memiliki Anak dan Diusir oleh Ibuku, Beberapa Tahun Kemudian, Dia Mengatakan Bahwa Anakku Mengalami Kecelakaan Mobil

Erabaru.net. Namaku Wang Ming. Aku bertemu istriku ketika kami bekerja di Shenzhen. Saat itu, dia masih sangat muda, dengan senyum manisnya. Aku sangat tertarik padanya, dan aku tidak menyangka bahwa dia juga menyukaiku, jadi kami akhirnya berkencan.

Setelah menikah, aku sangat perhatian kepada istriku, dan dia juga puas denganku. Hubungan kami selalu sangat baik dan penuh kasih.

Setelah lebih dari setahun menikah, istriku belum hamil. Awalnya, karena aku merasa masih muda, hal itu belum menjadi masalah. Aku masih menikmati dunia suami istri dan tidak masalah belum memiliki anak. Namun, tiga tahun berlalu istri juga belum kunjung hamil.

Pada awalnya hubungan istriku dan ibuku sangat baik, dan mereka juga rukun. Ibuku ingin menggendong cucunya, tetapi sudah menunggu selama tiga tahun istriku juga belum hamil, ibuku dan istriku mulai ribut.

Suatu hari bahkan di depan tetangga, ibuku mengatakan bahwa putranya menikahi seekor ayam tua yang hanya bisa makan tetapi tidak dapat bertelur.

Kami akhirnya pergi ke rumah sakit bersama istriku untuk melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan di rumah sakit adalah saluran tubanya tersumbat dan istriku perlu minum obat untuk mengobatinya secara perlahan.

Setelah setengah tahun pengobatan, istriku belum hamil juga, ibuku tidak tahan lagi dan mengusirnya keluar rumah, mengatakan apa gunanya memiliki menantu mandul seperti dia.

Karena ini istriku sangat marah dan bertengkar dengan ibuku. Dia menunjuk ibuku dan juga memarahi aku, dan kemudian bersikeras minta cerai. Kami akhirnya pergi ke Biro Urusan Sipil untuk menjalani prosedur perceraian.

Setelah tiga bulan bercerai, dan kondisi sudah tenang, aku ke rumahnya untuk menikah lagi dengannya. Ketika aku tiba di pintu rumahnya, aku bertemu mantan istriku dengan perut besar, memegang tangan seorang pria, dan hendak pergi, aku terpaku di tempat dan kembali dengan rasa kecewa.

Sejujurnya, hubunganku dengan mantan istriku selalu baik. Jika bukan karena ibuku, kami tidak akan seperti ini. Sejak itu, aku juga berkecil hati, dan terlepas dari banyak desakan ibuku untuk menikah lagi, aku mengabaikannya.

Waktu berlalu begitu cepat, tiga tahun dalam sekejap mata.

Hari itu, aku akan pergi bekerja ketika tiba-tiba teleponku berdering dan itu nomor mantan istriku. Saat mengangkat telepon, mantan istriku menangis, dan berkata : “Di mana kamu, anakmu mengalami kecelakaan mobil, cepat kemari!”.

Aku kaget saat itu, dan aku bertanya dalam hari, anakku, bagaimana mungkin? Mungkinkah dia berbohong kepadaku, tetapi aku tidak ingin menunda waktu, jadi aku bergegas ke rumah sakit dengan taksi.

“Anak itu kehilangan terlalu banyak darah dan membutuhkan transfusi darah. Cepat donorkan darahmu kepada anak itu,” kata mantan istriku dengan cemas.

Aku ingin tahu alasannya, tetapi waktu hampir habis dan penting untuk menyelamatkan nyawa anak itu, jadi aku bergegas untuk mendonor darah terlebih dahulu!

Karena penyelamatan tepat waktu, anak itu akhirnya mulai membaik.

“Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku memanggilmu setelah putriku kecelakaan, dan tahu bahwa golongan darahmu cocok!” katanya.

Sebelum aku sempat bertanya, dia melanjutkan: “Aku telah melihat golongan darahmu, jadi ketika dokter mengatakan bahwa anak itu membutuhkan transfusi darah, aku memikirkan kamu terlebih dahulu!”

Dia melanjutkan: “Sebenarnya, ketika ibu mertuamu mengusir aku dari rumah, aku sudah hamil, tetapi pada saat itu, aku sudah sangat sakit hati terhadap kamu dan ibumu, jadi aku tidak memberi tahu kalian. Dan pria yang kamu lihat bersamaku itu adalah sepupuku!”

Ketika aku mendengar ini, aku tidak tahan lagi. Aku menangis dan jatuh berlutut,dan memohon pada mantan istriku : “Istriku, ini semua salahku. Maafkan aku. Aku tahu kamu dan anak itu telah banyak menderita selama ini. Aku berutang banyak padamu dan aku bersedia mengubahnya dan memperlakukanmu dengan baik di masa depan.”

Tanpa diduga, mantan istriku mengatakan bahwa kecuali ibuku meninggal, dia tidak akan pernah ingin menikah lagi denganku dalam hidup ini!

Aku ingin menikah lagi dengannya, apa yang harus aku lakukan? (lidya/yn)

Sumber: ezp9