Bocah 12 Tahun Masih Menyusu Ibunya 3 Kali Sehari, Saat Dibawa ke Rumah Sakit, Dokter: “Tidak Dapat Disembuhkan”

Erabaru.net. Setiap bayi memiliki tahapan khusus agar bisa berhenti menyusui. Pada saat ini, ibu akan mencoba membiarkan anak minum susu bubuk untuk transisi, agar tidak mengandalkan ASI. Jika ibu bisa membantu anak untuk berhenti menyusu, tentu ada baiknya, jika Ibu tidak bisa menghentikan memberikan ASI pada anaknya, akibatnya akan menjadi serius.

Dr. Zhang (nama samaran) pernah menerima pasien seorang ibu yang membawa anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, yang masih minum ASI tiga kali sehari.

Dr. Zhang bertanya kepada sang ibu mengapa dia tidak membawa anaknya ke rumah sakit untuk menemui dokter lebih awal, dan itu ditunda sampai sekarang.

Ibu itu berkata: “Karena saya tidak bisa menolak saat anak itu ingin minum ASI, membiarkan anaknya untuk meminumnya. Ketika anak saya berusia 2 tahun, saya tidak bisa menghentikannya, dan ketika dia berusia 6 tahun, saya semakin enggan. Jadi sampai sekarang ditunda ke dokter.”

Setelah mendengarkan penjelasan sang ibu, dr. Zhang menghela nafas dan berkata: “Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Saya tidak dapat menyembuhkannya. Itu karena Anda terlalu memanjakan anak Anda.”

Memanjakan anak yang berlebihan hanya akan merugikan anak itu sendiri. Menghadapi tuntutan anak, orangtua harus tahu bagaimana cara menolak permintaan yang tidak masuk akal, yang sebenarnya baik untuk anak.

Ibu dalam kasus itu terlalu memanjakan anak. Akibatnya anak tidak bisa disapih di usia 12 tahun. Awalnya sang ibu merasa bahwa anaknya masih kecil dan itu tidak masalah, namun seiring bertambahnya usia, ibu sadar dan mencari bantuan dokter, tetapi sudah terlambat.

Anak-anak adalah hati dan pikiran orangtua, dan wajar bagi orangtua untuk mencintai anak-anak mereka, tetapi jika mereka tidak tahu bagaimana menolak permintaan anak-anaknya yang tidak masuk akal, hal itu hanya akan membuat anak mengembangkan kebiasaan yang buruk di masa depan.

Apa yang harus dilakukan orangtua untuk berhenti memanjakan anak?

  1. Menolak tuntutan anak yang tidak masuk akal

Untuk permintaan anak-anak, mereka tidak bisa menuruti semua permintaannya. Jika orangtua menuruti apa yang mereka inginkan, selanjutnya mereka tidak akan menyerah dengan permintaannya yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, orangtua harus belajar untuk menolak permintaan anak yang tidak masuk akal agar anak-anaknya tidak semakin menjadi -jadi .

  1. Jangan biarkan anak mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma

Saat ini banyak anak-anak yang tidak memahami beratnya orangtua mencari nafkah. Jika seorang anak sangat menginginkan sesuatu, orangtua harus memaksa anak untuk mendapatkannya dengan usaha, sehingga dia dapat memahami rasa kerja keras untuk mencari uang.

  1. Jelaskan bahwa anak harus mematuhi aturan

Seperti kata pepatah :“Tidak ada lingkaran tanpa aturan”. Orangtua harus menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa mereka harus menanamkan rasa patuh pada aturan sejak dini, mulai dari hal-hal kecil, seperti mengantri saat berbelanja, agar anak memiliki kesadaran awal tentang aturan sejak usia dini dan tumbuh dewasa untuk belajar mengikuti aturan.

Banyak “bayi raksasa” mulai terbentuk ketika orangtua mereka memenuhi berbagai permintaan mereka. Orangtua harus memperlakukan kebutuhan anak-anaknya dengan prinsip dan tidak boleh berlebihan. Hal-hal yang sudah disebutkan di atas bukanlah membantu anak, tetapi merugikan anak. Perlu melatih anak untuk belajar mandiri dan mampu beradaptasi dengan orang asing sesegera mungkin.(lidya/yn)

Sumber: hker.life