Di Hari Ulang Tahunku, Calon Mertuaku Diam-diam Memberiku Hadiah, Aku Tersipu dan Memberinya 300 Juta

Erabaru.net. Aku berasal dari kota, dan aku adalah anak satu-satunya dalam keluargaku. Kondisi keluargaku sangat baik. Kedua orangtuaku menjalankan perusahaan. Mereka telah memanjakan aku sejak aku masih kecil.

Ada banyak laki-laki yang mengejarku, tapi aku tidak menyukai satupun dari mereka. Meskipun mereka satu lingkungan denganku, kebanyakan dari mereka tertarik dengan penampilanku. Sampai satu kali, aku bertemu dengan suamiku saat ini.

Kami bertemu di sebuah pesta perusahaan, dan kami banyak ngobrol. Setelah beberapa obrolan, aku mengetahui bahwa keluarganya berasal dari daerah pedesaan. Ibunya meninggal saat dia masih kecil. Dia tinggal bersama ayahnya.

Keluarga suamiku tidak baik, dan dia tidak pernah mengejar seorang gadis. Setelah berteman, aku merasa bahwa dia jujur ​​​​dan baik, jadi aku berinisiatif untuk mengungkapkan hatiku, tetapi dia menangis dan menolak aku, mengatakan bahwa dia takut tidak bisa memberi aku kehidupan yang bahagia, tetapi aku tidak putus asa.

Bulan lalu, aku membawanya ke rumah untuk bertemu dengan orangtuaku, tetapi orangtuaku menentang hubungan kami, dan mereka mengatakan bahwa pacar saya tidak cukup baik untukku. Ibu sangat tidak menyukainya, dan aku mengancam akan kabur dari rumah. Baru orangtuaku menyetujui hubungan kami.

Tetapi ibuku mengajukan satu permintaan, meminta keluarga suamiku untuk memberi mahar sebesar 150.000 yuan, dan kemudian memberi aku sebuah rumah dan mobil. Karena hal ini keluargaku dan keluarga suamiku berselisih. Intinya orangtuaku ingin menjauhkan aku dengan calon suamiku.

Pada hari ketiga setelah kejadian itu, adalah hari ulang tahunku. Tanpa diduga, calon ayah mertuaku datang jauh-jauh dari desa untuk menemuiku dan membawakan aku hadiah. Aromanya harum, dan ada sekotak penuh pasta wijen segar. Aku menciumnya, benar-benar harum dan murni!

Aku segera menelepon pacarku untuk bertanya, dan pacarku memberi tahuku bahwa ayahnya menghabiskan sepanjang malam menggilingnya sendiri, dia ingin mengejutkan aku.

Setelah mendengarkan kata-kata pacarku, aku sangat terharu. Ternyata ayah mertua sangat sayang padaku, dan aku meneteskan air mata. Aku memutuskan untuk melakukan sesuatu untuk ayah mertuaku, jadi aku berlari ke bank dan mengambil 300 juta.

Aku menyerahkan uang itu kepada ayah mertuaku dan mengatakan kepadanya untuk menggunakan uang itu sebagai hadiah mahar. Bagaimanapun, setelah aku menikah dengan suamiku, uang itu akan menjadi milik kami berdua. Dan akhirnya kami jadi menikah. (lim/yn)

Sumber: ezp9