Ibu Membesarkan Putranya Sendirian, Putranya Berpikir Bahwa Ibunya Miskin, Memberinya 1,5 Miliar dan Memutuskan Hubungan, Setahun Kemudian Dia Menerima Surat dari Putranya

Erabaru.net. Terkadang orang melakukan kebohongan untuk kebaikan dan tidak ada yang ingin membiarkan pihak lain mengetahui kebenarannya, tetapi kebohongan adalah kebohongan, dan akan selalu ada hari kebohongan itu akan terungkap.

Seorang ibu miskin membesarkan putranya dengan keras dan menjadi orang yang sukses. Setelah putranya mulai bekerja, dia mengatakan kepadanya bahwa dia telah berkencan dengan seorang gadis di kota. Dan pacarnya tidak menyukai ibunya yang berasal dari desa yang hidupnya miskin dan putranya memutuskan hubungan dengannya. Setahun kemudian, sang ibu menerima paket dan surat di dalamnya, ibu itu menangis setelah membacanya.

Bibi Ma berusia 62 tahun dan tinggal di pinggiran desa. Suaminya meninggal ketika putranya Xiaoliang berusia delapan tahun. Untuk mengobati penyakit suaminya, mereka telah menghabiskan seluruh tabungan keluarganya dan berhutang banyak, dan kematian suaminya menjadi pukulan besar bagi Bibi Ma.

Untuk mendukung Xiaoliang, Bibi Ma bekerja keras di ladang. Dia pergi ke pasar di pagi hari untuk menjual sayuran, dan pergi ke ladang untuk melakukan pekerjaan pertanian di siang hari. Karena harus bekerja keras, Bibi Ma menjadi terlihat sangat tua.

Xiaoliang juga anak yang bijaksana. Dia tahu bahwa tidak mudah bagi ibunya untuk menghidupi keluarganya, dan dia tahu bahwa kesempatan belajarnya bahkan lebih langka. Untungnya, Xiaoliang memiliki bakat sejak dia masih kecil. Dia juga berprestasi baik dalam ujian masuk perguruan tinggi.

Dia diterima di universitas utama dan tetap tinggal di kota setelah lulus. Dengan berkembangnya kota-kota besar, Bibi Ma sangat lega melihat putranya bisa mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya sendiri.

Suatu hari, Xiaoliang tiba-tiba kembali ke rumah dan berkata kepada Bibi Ma: “Bu, aku tahu selama ini ibu telah bekerja keras untukku. Aku telah berkencan dengan seorang gadis di kota sekarang. Aku tidak mau orang tahu bahwa aku memiliki ibu di desa yang miskin. Ini adalah 1,5 miliar, yang bisa dianggap sebagai pembayaran untuk merawatku selama bertahun-tahun. Di masa depan, kita tidak punya hubungan lagi.”

Setelah berbicara, Xiaoliang melemparkan kartu itu ke atas meja dan pergi, meninggalkan ibunya yang menangis, tetapi bagaimana Bibi Ma tahu betapa tidak nyamannya Xiaoliang saat ini.

Setahun telah berlalu, dan selama periode ini, Xiaoliang tidak pernah menghubungi Bibi Ma, seolah-olah dunia telah menguap dan menghilang tanpa jejak, sampai suatu hari, Bibi Ma secara tak terduga menerima paket.

Ketika Bibi Ma membuka paket dan melihat ada kartu bank dan surat di dalamnya, Bibi Ma merasa ada yang tidak beres dan memiliki firasat buruk di hatinya, jadi dia segera mengambil surat itu dan membacanya.

Surat itu berbunyi: “Ibu, ketika ibu menerima surat ini, putramu telah meninggalkanmu untuk selama-lamanya. Setahun yang lalu, saya didiagnosis menderita kanker perut dan berada dalam stadium terminal. Saya tidak dapat memberi tahu ibu, karena ibu akan putus asa ketika mengetahuinya. Saya ingin mengobati penyakit saya, tetapi penyakit ini tidak dapat disembuhkan tidak peduli berapa banyak uang yang telah saya keluarkan. Saya tidak ingin ibu menjadi tua dan tidak berdaya karena saya. Masih ada 1 miliar di kartu ini, yang merupakan semua tabunganku. Kata sandinya adalah hari ulang tahun ibu. Maafkan anakmu yang tidak berbakti ini. Jika saat ini aku tidak bisa melayanimu untuk masa tuamu. Aku akan menjadi anakmu di masa depan.”

Bibi Ma menangis setelah membacanya, betapa dia berharap dia bisa menanggung cobaan ini daripada putranya.(lim/yn)

Sumber: coolsaid