Korut Tembakkan 8 Rudal yang Dikecam Secara Internasional, Pakar : Memperkuat Pencegahan Aliansi Korsel-AS

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori, Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Cho Hyun-dong dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berfoto sebelum pertemuan mereka di Kementerian Luar Negeri di Seoul, Korea Selatan, pada 8 Juni 2022. (Jeon Heon-Kyun/Pool via Reuters)

Jin Shi – NTD

Korea Utara pada Minggu (5/6/2022) berturut-turut meluncurkan delapan rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang. Korsel dan Jepang langsung mengajukan protes keras. Pihak Korea Selatan segera bertemu dengan perwakilan khusus AS  untuk membahas rencana tanggapan.

Militer Korea Selatan menegaskan pihaknya mendeteksi sebanyak delapan peluncuran rudal balistik jarak pendek, dari Sunan, Gyacheon, Dongchang-ri dan Pyongyang antara pukul 09:08 dan 09:43. Rudal balistik tersebut diluncurkan di dekat daerah Hamhung.”

Sangat jarang bagi Korea Utara untuk menembakkan sebanyak delapan rudal berturut-turut. Menanggapi situasi tersebut, Korea Selatan segera mengadakan pertemuan keamanan nasional. Setelah diberikan briefing oleh Presiden Yoon Suk-yeol , dia memerintahkan “untuk memperluas pencegahan aliansi Korea-AS dan terus memperkuat postur pertahanan bersama.”

Pada malam tersebut, Kim Gunn, utusan khusus Korea Selatan untuk masalah nuklir, juga bertemu dengan Kim Sung-yong, perwakilan khusus AS untuk Korea Utara di Seoul.

Korea Selatan memandang langkah Korea Utara sebagai “tantangan dan ujian” bagi pemerintah baru Korea Selatan, yang mulai menjabat mei lalu. Pada saat yang sama,  mungkin juga merupakan sebagai aksi protes terhadap latihan militer bersama AS-Korea Selatan yang berakhir sehari sebelumnya.

Angkatan Laut AS dan Korea Selatan menggelar latihan bersama kelompok tempur kapal induk di perairan Okinawa, Jepang dari 2-4 Juni. AS mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan untuk berpartisipasi.

Sebagai langkah menghadapi provokasi yang tak biasa dari Korea Utara, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa peluncuran rudal balistik Korea Utara yang berulang, tidak dapat ditoleransi.  Dikarenakan mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan serta masyarakat internasional.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berkata :  “Kami akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk mengumpulkan informasi dan memantau situasi.”

Sejak awal tahun ini, Korea Utara telah meluncurkan enam rudal balistik antarbenua, yang mana terus-menerus meningkatkan situasi di Semenanjung Korea.

Presiden AS Joe Biden mengatakan selama kunjungan ke Korea Selatan pada bulan Mei lalu, bahwa dia tidak khawatir tentang uji coba nuklir Korea Utara dan  AS siap untuk setiap tindakan Korea Utara. (hui)