Aku Memiliki Dua Putra, Putra Kedua Diberi Nama Keluarga Istriku, dan Sekarang Ayah Mertua Ingin Memberikan Warisannya Hanya kepada Putra Kedua

Erabaru.net. Jika seorang laki-laki menikahi anak perempuan satu-satunya, maka harta milik keluarga perempuan cepat atau lambat akan menjadi miliknya, di masa depan mertuanya akan mengandalkan menantu laki-lakinya untuk mendukungnya.

Aku punya dua anak laki-laki, tetapi sejak anak kedua mengambil nama belakang keluarga istriku, aku menemukan bahwa sikap mertuaku terhadap kedua putraku telah berubah secara drastis. Sekarang keputusan yang dibuat oleh mertuaku membuatku marah. Apa yang terjadi sebenarnya?

Istriku, Linda, adalah teman sekelas saat kuliah dan sama-sama berasal dari desa. Namun, kondisi keluargaku sangat miskin. Orangtuaku bekerja di lokasi konstruksi sepanjang tahun.

Meskipun kami tidak tidak satu jurusan, kami sering bertemu secara kebetulan di sekolah, dan hubungan kami menjadi lebih akrab, dan kami pergi ke perpustakaan untuk membaca buku hampir setiap hari.

Setelah setengah tahun berkencan, aku mengetahui bahwa Linda adalah anak tunggal, dan keluarganya sangat kaya. Ayahnya menjalankan perusahaan jasa dengan pendapatan tahunan 1 juta yuan (sekitar Rp 2 miliar). Dia dianggap sebagai orang kaya di kampung halamannya.

Meskipun Linda telah menjalani kehidupan yang enak, dia sangat hemat dalam hidup. Setelah dia jatuh cinta padaku, dia jarang pergi berbelanja. Aku tahu dia tidak ingin aku akan menghabiskan uangku untuknya.

Ketika orangtuaku mengetahui bahwa aku memiliki pacar anak orang kaya, mereka sangat senang, tetapi aku malah khawatir. Aku khawatir orangtua Linda tidak merestui hubungan kami, namun aku tidak menyangka bahwa mereka tidak hanya menyukaiku mereka malah ingin kami bisa menjadi keluarga.

Setelah lima tahun menikah, Linda melahirkan dua putra. Putra pertama mengambil nama dari keluargaku, tetapi kami berselisih soal nama keluarga putra bungsu. Saat itu, ayah mertuaku ingin putra bungsuku mengambil nama belakang keluarganya.

Awalnya aku menolak, tetapi ibuku tiba-tiba sakit parah dan membutuhkan 400 juta segera, tetapi saya hanya memiliki 200 juta saat itu. Tepat ketika aku tidak berdaya, ayah mertuaku menemuiku dan dia bersedia menutupi kekurangan untuk perawatan ibuku. Tapi dia punya permintaan: bahwa putra bungsuku harus mengambil nama keluarganya.

Untuk menyelamatkan ibuku, aku pun menyetujuinya. Ketika aku mendapatkannya, aku menampar diriku sendiri dengan keras. Aku merasa bahwa aku tidak berkompeten, dan putra keduaku dengan cepat mengubah namanya dengan nama belakang keluarga istriku.

Sejak putra keduaku memakai nama keluarga istriku, sikap ayah mertua terhadap kedua putraku mulai berbeda. Sebelum putra kedua memakai nama keluarga istriku, ayah mertua sangat menyayangi putra sulungnya. Dia sering membelikan mainan dan mengajaknya berbelanja. Sejak anak keduaku memakai nama keluarganya, ayah mertua mengabaikan anak sulungku.

Sehari sebelum hari ulang tahun putra keduaku, ayah mertuaku mengumumkan keputusan yang mengejutkan saya: Dia mengatakan bahwa semua properti atas namanya akan diberikan kepada cucu keduanya (putra keduaku).

Aku tidak setuju, mengapa putra sulung tidak bisa mendapatkan properti?

Beberapa orang mungkin berkata kepadaku: tidak masalah ayah mertua memberikan harta keluarganya hanya kepada pura kedua Anda, bukankah itu juga putra Anda ?

Menurut saya, tindakan mertua hanya akan membuat hubungan kedua anak itu semakin tidak baik. Sekarang mereka masih kecil, mungkin tidak menjadi masalah. Ketika mereka sudah besar dan tahu bahwa kakek mereka begitu berat sebelah, maka kedua anak akan saling iri, dan akhirnya akan saling membenci.

Baru-baru ini, saya telah meminta istriku untuk membujuk ayah mertua untuk mengubah wasiatnya dan membagi properti secara merata di antara kedua cucunya, tetapi istriku mengatakan itu adalah hak ayahnya, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang harus aku lakukan?(lidya/yn)

Sumber: uos.news