Anak Perempuan 9 Tahun ‘Mengeluh Sakit Perut’ Setiap Akhir Pekan, Orangtuanya Membawanya ke Rumah Sakit, Dokter Berkata: “Cepat Berpisah”

Erabaru.net. Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah perhatian utama seluruh keluarga. Begitu seorang anak mengalami masalah, seluruh keluarga akan khawatir.

Wang memiliki seorang putri berusia 9 tahun bernama Nini. Karena sekolahnya jauh dari rumah, putrinya akan tinggal di asrama sekolah. Nini akan pulang ke rumah pada akhir pekan.

Tetapi Wang menemukan bahwa putrinya akan selalu mengeluh sakit perut setiap kali pulang ke rumah. Awalnya, Wang dan suaminya tidak peduli, dan berpikir bahwa putrinya hanya berbohong karena tidak ingin kembali ke sekolah. Tetapi, putrinya selalu mengeluh seperti itu setiap pulang ke rumah. Mereka kemudian membawanya ke rumah sakit karena takut terjadi apa-apa dengan anak tersebut.

Hasil pemeriksaan Nini di rumah sakit menunjukkan bahwa anak itu tidak mengalami masalah apa pun. Kemudian, dokter berbicara dengan anak itu. Baru kemudian Nini mengakui bahwa dia berpura-pura sakit perut, karena tidak ingin orangtuanya bertengkar.

Nini mengatakan bahwa setiap kali orangtua bertengkar, mereka bahkan akan menghancurkan beberapa barang di rumah. Dia terlihat sangat ketakutan, tetapi begitu dia mengeluh sakit perut, orangtuanya sibuk merawat dirinya, dan melupakan pertengkaran, jadi setelah itu, Nini pura-pura sakit perut setiap pulang ke rumah, karena takut orangtuanya akan bertengkar lagi.

Setelah mendengar ini, dokter menarik napas dalam-dalam dan memanggil Wang dan suaminnya, dan menceritakan semuanya satu per satu, mengatakan: “Ketidakharmonisan antara orangtua memiliki dampak yang besar pada anak-anak. Jika itu benar-benar tidak bisa dipertahankan, cepat bercerai.”

Hal yang paling membahagiakan bagi mereka setiap hari tidak lebih dari dipuji oleh guru dan bermain dengan teman-temannya di siang hari, dan menikmati makanan lezat saat mereka pulang ke rumah pada malam hari. Dengan orangtuanya bermain bersama, masa kecil anak-anak harus begitu riang.

Namun hal yang sederhana dan mudah dipuaskan ini menjadi harapan yang kosong bagi sebagian anak. Tumbuh kembang anak-anak ini disertai dengan pertengkaran orangtua yang tiada hentinya. Hubungan keluarga seakan putus seperti seutas benang, dan hati mereka hancur.

Makanya kita sering bilang kalau orangtua di rumah rukun, maka anak akan ceria, kuat, lemah lembut, lebih kondusif untuk berinteraksi sosial, dan bisa membuat anak tumbuh sehat dan bahagia.(lidya/yn)

Sumber: hker.life