Lansia yang Sering Bermimpi Buruk Saat Tidur Mungkin Adalah Tanda Penyakit Parkinson

Erabaru.net. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa jika orang tua sering mengalami mimpi buruk saat tidur, itu mungkin merupakan tanda awal penyakit Parkinson, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ‘eClinical Medicine’ baru-baru menemukan bahwa para lanjut usia yang sering mengalami mimpi buruk ternyata berisiko 2 kali lipat lebih tinggi menderita Parkinson daripada para lansia yang jarang mengalami mimpi buruk saat beristirahat.

Dalam penelitian ini, para peneliti dari University of Birmingham di Inggris menggunakan data dari sebuah penelitian besar yang dilakukan di Amerika Serikat. Data besar tersebut mencakup catatan dari 3.818 orang pria berusia 67 tahun keatas yang telah dikumpulkan selama 12 tahun. Perlu diketahui bahwa para lansia ini tidak memiliki penyakit Parkinson sebelum penelitian dilakukan.

Pada awal penelitian, para lansia ini diminta untuk mengisi serangkaian kuesioner yang mencakup pertanyaan tentang kualitas tidur, dan mereka juga diminta untuk secara teratur melaporkan kondisi atau kualitas tidur mereka.

Usai penelitian, para peneliti melakukan pelacakan terhadap para lansia yang mengaku mengalami mimpi buruk setidaknya sekali dalam seminggu untuk melihat apakah mereka lebih mungkin didiagnosis dengan penyakit Parkinson.

Lewat pelacakan lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa ada 91 orang pria lansia yang akhirnya didiagnosis dengan penyakit Parkinson. Data menunjukkan bahwa lansia yang setidaknya sekali dalam seminggu mengalami kesulitan tidur karena bermimpi buruk memiliki risiko 2 kali lipat lebih tinggi daripada yang lain. Dan risikonya terserang penyakit Parkinson dalam waktu 5 tahun mencapai lebih dari 3 kali lipat daripada yang lain.

Menurut penelitian, para lansia yang didiagnosis dengan penyakit Parkinson mungkin mulai sering mengalami mimpi buruk bertahun-tahun sebelum terjadinya gejala utama Parkinson, seperti tremor, kekakuan sendi dan kelambatan gerakan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang bermimpi dapat mengungkapkan informasi penting tentang struktur dan fungsi otak yang mungkin menjadi topik penting dalam bidang penelitian ilmu saraf.

Abidemi Otaiku, seorang peneliti dari Pusat Kesehatan Otak Manusia (Centre for Human Brain Health) di Universitas Birmingham mengatakan, bagi para lansia yang sering mengalami mimpi buruk saat tidur, dan tidak dapat menemukan penyebab atau pemicunya, sebaiknya segera mencari perawatan medis, berkonsultasi dengan dokter ahli saraf.(sin/yn)

Sumber: epochtimes