Kasus COVID-19 Kembali Meledak, 30% Kasus Baru di Beijing adalah Orang-orang yang Dikarantina Hingga dari Klaster Bar

Petugas kesehatan mengenakan pakaian pelindung saat mereka bersiap memasuki komunitas yang diisolasi karena wabah COVID-19 di Beijing, 26 Mei 2022. (Kevin Frayer/Getty Images)

Fang Xiao dan Li Shanshan

Situasi COVID-19 di Beijing yang mana terus memburuk, dengan hampir 100 kasus infeksi lokal terbaru dalam waktu kurang dari dua hari. Sepertiga dari mereka adalah orang yang dikarantina. Pejabat setempat membeberkan ledakan kemunculan kasus COVID-19 dari klaster skala besar yang berasal dari sebuah bar di Beijing 

Pada 12 Juni, Beijing secara resmi mengumumkan penularan kasus COVID-19 versi laporannya. Disebutkan bahwa dari pukul 0:00 hingga 24:00 pada 11 Juni, ada 64 kasus baru infeksi virus Komunis Tiongkok atau COVID-19. Kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah di Beijing. Rinciannya adalah 35 kasus di Distrik Chaoyang, 5 kasus di Distrik Xicheng dan Distrik Fengtai, 4 kasus di Distrik Tongzhou, Distrik Mentougou, Masing-masing ada 3 kasus di Distrik Changping, masing-masing 2 kasus di Distrik Dongcheng, Distrik Haidian, Distrik Daxing, dan Zona Pengembangan Ekonomi, dan 1 kasus di Distrik Fangshan.

Kemudian, pada konferensi pers  pada 12 Juni, Liu Xiaofeng, wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Beijing, mengatakan bahwa dari pukul 0:00 hingga 15:00 pada 12 Juni, ada 33 kasus COVID-19 baru  lokal. Yang terinfeksi di Beijing, semuanya adalah orang yang dikarantina.

Artinya, dari 11 Juni hingga 15:00 pada 12 Juni, Beijing menambahkan 97 infeksi lokal baru.

Dari pukul 0:00 pada 9 Juni hingga pukul 15:00 pada 12 Juni, total 166 kasus COVID-19 dilaporkan di Paradise Supermarket Bar di Distrik Chaoyang. Di antaranya, pengunjung dari Paradise Supermarket Bar (No. 6 Gongti West Road) sebanyak 145 pengunjung, 2 staf bar, dan 19 personel terkait dari pengunjung. 

Sebanyak 166 orang yang terinfeksi melibatkan 14 kabupaten dan kabupaten pengembangan ekonomi. Dikarenakan, pejabat partai Komunis Tiongkok terbiasa menutupi kebenaran epidemi, dunia luar umumnya percaya bahwa situasi sebenarnya mungkin lebih serius daripada yang dilaporkan.

Menurut laporan resmi, skala penularan COVID-19 di Supermarket dan bar Paradise Distrik Chaoyang sangat serius, dan kesulitan pencegahan dan pengendalian melebihi pasar grosir Xinfadi. Saat ini, masih ada risiko penyebaran temuan kasus positif COVID-19.

Distrik Chaoyang adalah prioritas utama pencegahan dan pengendalian epidemi saat ini. Pengetesan diperlukan untuk kelompok populasi utama, industri utama, dan wilayah utama.

Wang, seorang warga Distrik Tongzhou, Beijing, mengatakan kepada The Epoch Times pada 12  Juni, bahwa lalu lintas lokal masih normal, dan beberapa tempat wisata ditutup. Menurut laporan resmi, wabah di Beijing bersifat lokal. Namun demikian, kini warga harus melakukan pengetesan setiap hari.

Mengacu pada epidemi di Paradise Supermarket Bar di Distrik Chaoyang, Wang mengatakan bahwa ketika epidemi parah, sebagian besar tempat tidak diperbolehkan makan di tempat. Setelah sempat mereda, beberapa tempat dibuka dan makan di tempat juga dimungkinkan, bar kemudian dibuka. Banyak orang pergi ke restoran,  kemudian mereka tertular  dan kasus kembali menyebar. Temuan kasus covid-19 baru ini melibatkan  banyak orang. 

Seorang anggota staf sebuah hotel di Distrik Chaoyang Beijing mengatakan bahwa, semua bisnis di Chaoyangmen sekarang ditutup, dan para pejabat mengklaim akan terkendali selama beberapa hari. Tetapi tidak disebutkan berapa lama lockdown akan berlangsung. Kenudian pada 10 juni pukul 23:00  di tengah malam, mereka meminta laporan dari berbagai hotel  untuk melaporkan – apakah semua tamu pernah ke bar tersebut? Hotel tidak dibuka mulai  12 Juni. Karena bar yang terkait dengan klaster COVID-19 melibatkan cukup banyak orang dan arus lintas terlalu padat, jalan-jalan dan komunitas terdekat hampir semuanya dikendalikan. Saat ini hanya diperbolehkan orang masuk, tetapi tidak boleh keluar dari lokasi.

Peng, seorang warga Beijing, mengatakan kepada The Epoch Times pada 12 Juni, bahwa manajemen dan kontrol pengendalian wabah kembali diperketat, dan sekarang mereka diisolasi di rumah. Sedangkan para siswa tidak bisa lagi pergi ke sekolah. Warga tersebut menuturkan, demikian  cara pejabat menanggulangani kasus COVID-19. 

Peng juga berkata, ia telah menjalani tes COVID-19, sebenarnya pengetesan massal tersebut  adalah cara penularan. Kemudian isolasi di rumah, siapa saja yang memiliki gejala, baru dilaporkan. Sebelumnya pengetesan dilakukan setiap dua hari. Tetapi sekarang dilakukan setiap hari. Banyak orang-orang dalam jumlah besar harus mengantri setiap hari, yang mana justru dinilai menciptakan sumber kasus penularan COVID-19.

Mr Peng juga mengungkapkan bahwa para pelajar tidak lagi bersekolah, dan para pekerja kantoran juga mulai melaksanakan Work From Home. Sekarang beberapa toko tetap buka dan ada juga yang tutup. Banyak hotel akhirnya menjadi bangkrut. (sin)