Ketika Aku Sakit, Istri Keduaku Tidak Peduli, Setelah Aku Keluar dari Rumah Sakit, Aku Memberikan 2 Rumah kepada Mantan Istriku

Erabaru.net. Ketika seorang pria menikah lagi, akankah dia memikirkan mantan istrinya? Jika suatu hari seorang pria jatuh sakit dan istrinya saat ini mengabaikannya, dan, mantan istrinya datang untuk merawatnya, apakah pria itu akan menyesalinya? Menyesal akan perceraian mereka ?

Di dunia ini, jika Anda memperlakukan seseorang dengan tulus, orang lain akan memperlakukan Anda dengan tulus. Baik itu pernikahan pertama atau pernikahan kedua, selama Anda memperlakukan satu sama lain dengan tulus, pernikahan Anda akan bahagia.

Aku menikah lagi selama tiga tahun dan berpikir aku telah menemukan cinta sejati, tetapi sekarang setelah aku sakit, aku baru menyadari bahwa wanita yang selama ini tidur di sebelahku adalah istri palsu.

Ketika masih muda, aku adalah seorang pria yang ambisius. Keluargaku sangat miskin dan kami memiliki banyak kesulitan, jadi setelah bekerja, aku bersumpah bahwa aku akan mengangkat derajat keluargaku agar hidup tidak menderita lagi.

Setelah dua tahun menikah, aku mengundurkan diri dari pekerjaan dan memulai bisnis sendiri. Meskipun ada keberatan dari mantan istriku. Mungkin ini karena keberuntunganku, meskipun aku baru memulai, namun, bisnisku sangat sukses. Hanya dalam lima tahun, aku bisa membeli dua rumah di pusat kota dan menjalani kehidupan yang sejahtera.

Ketika aku telah menjadi kaya dan mentalitasku mulai berubah. Aku merasa bahwa kehidupanku yang sekarang adalah semua karena kerja kerasku. Mantan istriku tidak pernah membantuku ketika aku memulai bisnis, dia hanya tahu bagaimana merawat anak-anak di rumah. Aku mengalami kesulitan dalam memulai bisnis, tapi mantan istriku tidak pernah memberikan dukungan, dan dalam hatinya hanya ada anak-anak.

Aku merasa bahwa aku sudah tidak cocok lagi dengan mantan istriku, jadi aku mengajukan cerai. Menimbang bahwa mantan istriku harus menghidupi seorang putra, aku memberi kompensasi kepada mantan istriku 300.000 yuan (sekitar Rp 655 juta) pada saat itu.

Saat itu, aku masih sangat muda, baru berusia 35 tahun, dan saya dianggap sebagai pengusaha yang kurang dikenal.

Tidak lama setelah perceraian, banyak teman yang mencoba memperkenalkan aku dengan wanita lain. Kemudian, aku bertemu dengan istri keduaku, Qiu Xiang, di sebuah acara bisnis.

Qiu Xiang adalah wanita yang sangat cantik ketika aku pertama kali melihatnya, aku mengakui bahwa aku menyukainya

Untuk mengambil hatinya, aku mengiriminya bunga hampir setiap hari. Setelah pulang kerja, aku menjemputnya tepat waktu. Setelah setengah tahun melakukan pendekatan, akhirnya aku mendapat hatinya.

Karena ini adalah pernikahan pertama Qiu Xiang, jadi aku mengadakan pernikahan mewah untuknya dan memberi keluarganya 200.000 yuan (sekitar Rp 437 juta) sebagai mas kawin.

Kami hidup bahagia setelah menikah. Aku mencintai Qiu Xiang dengan segala cara. Apa pun yang dia mau, aku akan mencoba yang terbaik untuk memuaskannya. Aku bersumpah untuk menghabiskan sisa hidupku mencintai wanita ini.

Namun, sayangnya kebahagiaan kami tidak berlangsung lama. Dua tahun kemudian, suatu hari aku tiba-tiba merasa mati rasa di tangan dan kakiku, dan aku kehabisan napas.

Qiu Xiang mengatakan bahwa aku mungkin terlalu lelah, meminta aku untuk beristirahat.

Aku meminta Qiu Xiang untuk mengantar aku ke rumah sakit untuk pemeriksaan, tetapi dia menolak dan malah membuat keributan. Kemudian dia malah pergi dengan teman-temannya bermain kartu dan meninggalkan aku sendirian di rumah.

Aku menelepon temanku untuk mengantarkan ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa aku mengalami trombosis otak ringan.

Pada hari aku dirawat di rumah sakit, Qiu Xiang masih main kartu sepanjang malam. Ketika mantan istriku mengetahui aku dirawat, dia meninggalkan pekerjaannya dan datang ke rumah sakit untuk merawatku.

Selama aku di rumah sakit Qiu Xiang tidak pernah mengunjungiku, selama periode itu dia hanya pergi berbelanja dan bermain kartu setiap hari. Baginya, sepertinya aku tidak penting.

Sehari setelah aku keluar dari rumah sakit, mantan istriku datang ke rumah dan Qiu Xiang juga ada di rumah. Aku mengatakan pada Qiu Xiang, aku memberikan dua rumah kepada mantan istriku.

Karena Qiu Xiang tidak terima dengan keputusanku kami bertengkar dengan hebat. Untungnya, mantan istriku menghentikan kami.

Qiu Xiang mengatakan bahwa dia telah hidup bersama saya beberapa tahun, mengapa aku memberikan rumah kepada mantan istriku.

Aku mencibirnya. Aku mengatakan padanya, jika dia benar-benar istriku, mengapa saat aku sakit dia mengabaikanku, dan malah asyik bermain kartu. Atas semua perilakunya membuat aku sangat sedih. Sehingga aku mengambil keputusan seperti ini. (lidya/yn)

Sumber: uos.news