Rusia Klaim Hancurkan Persenjataan Ukraina, Zelensky Secara Terbuka Mendukung Taiwan untuk Pertama Kalinya

Asap membubung dari kota Severodonetsk selama pertempuran antara pasukan Ukraina dan Rusia di wilayah Donbas, Ukraina timur, pada 14 Juni 2022. (Aris Messinis/AFP via Getty Images)

Zhao Fenghua – NTD

Tentara Rusia pada Minggu (12/6/2022), terus melancarkan serangan sengit ke daerah inti provinsi Luhansk di wilayah Donbas Ukraina timur. Akan tetapi, Ukraina mengatakan bahwa serangan tentara Rusia berhasil dilawan oleh para pembela Ukraina.

Sievierodonetsk adalah pusat administrasi provinsi Luhansk, kini telah menjadi fokus serangan artileri Rusia selama berminggu-minggu. Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan pada 12 Juni bahwa serangan Rusia berhasil digagalkan.

Oleksandr Shtupun, juru bicara Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, pada hari terakhir, musuh kehilangan 10 tank, 16 kendaraan tempur lapis baja, 7 drone, lebih dari 10 kendaraan dan hingga 150 tentara.”

Juru bicara militer Ukraina itu mengatakan bahwa tentara Rusia telah mundur ke posisi yang sebelumnya mereka duduki.

Di sisi lain, Mayor Jenderal Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengklaim pada 12 Juni bahwa tentara Rusia menggunakan rudal jarak jauh berbasis laut dengan presisi tinggi untuk menghancurkan gudang senjata besar di Ukraina, termasuk sistem rudal anti-tank. Disebutkan juga bahwa persenjataan tersebut adalah bantuan negara-negara Eropa dan Amerika, rudal portabel Sistem rudal anti-pesawat dan peluru.

Kini, Perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. Pada hari yang sama, di luar gedung Komisi Eropa di Brussel, orang-orang berpegangan tangan untuk membentuk rantai manusia, atau memegang atau mengenakan bendera Ukraina, sebagai perwujudan solidaritas masuknya Ukraina ke  Uni Eropa.

Pada 11 Juni, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengunjungi Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan bahwa Uni Eropa sedang meningkatkan penilaiannya terhadap pencalonan Ukraina. Ini adalah kunjungan kedua Von der Leyen ke Kyiv sejak meletusnya perang Rusia-Ukraina.

Selain itu, Zelensky menghadiri Konferensi Keamanan Asia-Dialog Shangri-La melalui video pada 11 Juni. Saat menjawab pertanyaan wartawan tentang pemaksaan partai Komunis Tiongkok terhadap Taiwan, dia secara terbuka mendukung Taiwan untuk pertama kalinya. Dia menekankan pentingnya hukum internasional. Zelensky juga mengatakan bahwa hari ini Ukraina adalah contoh hidup.  Jika ada solusi diplomatik, maka itu perlu dilakukan dengan tindakan pencegahan diplomatik, bukan setelah meletusnya perang. (hui)