Setelah Menikah Lagi, Aku Pergi ke Rumah Mantan Istriku untuk Merayakan Ulang Tahun Putraku, Kata-kata Putraku Membuatku Menangis

Erabaru.net. Aku dan mantan istriku telah menikah selama 5 tahun. Mantan istriku adalah teman saat kuliah. Selama empat tahun di perguruan tinggi, kami memiliki hubungan yang sangat baik.

Aku berasal dari desa, dan aku diterima di perguruan tinggi melalui kerja kerasku. Aku tidak tahu kenapa, mantan istriku sangat menyukaiku. Mungkin karena aku orangnya jujur ​​dan dapat diandalkan.

Setelah lulus kuliah, mantan istriku membawa aku ke rumahnya untuk bertemu dengan orangtuanya, dan aku sangat gugup. Aku takut orangtuanya tidak menerimaku. Namun, dugaanku salah, orangtuanya sangat menyukaiku, dan mengatakan bahwa aku adalah pria yang bijaksana dan pekerja keras.

Dengan cara ini, kami menikah. Pernikahan itu sangat indah. Keluarga mantan istri tidak meminta sepeser pun, karena orang tuanya tahu bahwa kondisi keluargaku tidak terlalu baik, dan biaya pernikahan juga ditanggung oleh keluarga istriku. Setelah kami menikah, mertuaku memberi kami rumah pernikahan dan mobil, juga memberi aku modal untuk usaha.

Kemudian, dengan modal itu aku membuka perusahaan kecil sendiri. Awalnya tidak berjalan dengan baik. Kemudian, dengan ketekunan kami, perusahaanku semakin berkembang dengan cukup baik. Selama periode ini, istriku juga banyak membantu. Kemudian, ketika istriku hamil, dia tinggal di rumah. Setahun kemudian, putra kami lahir.

Karena perusahaan sangat sibuk, aku pulang ke rumah larut malam. Sejujurnya, kami sudah jarang mengobrol. Seiring waktu, hubunganku dengan mantan istriku mulai memudar, dan lambat laun aku mulai kehilangan minat padanya.

Aku merasa kehidupan pernikahanku mulai membosankan. Belakangan, aku menjalin hubungan dengan Xiaoya, sekretaris di perusahaan. Aku selalu berbohong pada istriku, mengatakan aku sibuk dengan pekerjaan, tetapi dia sebenarnya pergi ke bersama sekretarisku.

Mantan istri akhirnya mengetahuinya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa, dan hanya mengajukan cerai. Sejujurnya, aku juga sudah mulai bosan dengannya dan menyetujuinya tanpa banyak berpikir.

Setelah bercerai, aku segera menikahi Xiaoya, tetapi kehidupanku dengannya tidak sebaik yang aku bayangkan. Xiaoya selalu mengontrolku, membuat aku merasa terbelenggu.

Hari itu adalah ulang tahun putraku yang ke-5. Aku ingin membuat kejutan buat putraku, aku membeli kue dan hadiah dan pergi ke rumah mantan istriku.

Mantan istriku menyambutku dengan baik. Dia dengan sopan membiarkan aku masuk, tetapi anak saya tetap di kamar dan tidak mau keluar. Aku mengetuk pintu kamarnya dan berkata: ” Ayah ada di sini untuk merayakan ulang tahunmu.”

Tanpa diduga, anakku mengatakan: “Kamu bukan ayahku lagi!”

Mendengarkan kata-kata putraku, aku seperti disambar petir, dan aku menangis.

Hatiku penuh penyesalan sekarang. Kemarin, aku mendengar mantan istriku akan menikah, dan aku menjadi panik. Apakah ini tandanya aku masih mencintainya?(lidya/yn)

Sumber: voosweet