Saat Imlek Aku Membeli Pakaian untuk Orangtuaku Lebih Mahal Dibanding untuk Ibu Mertuaku, Setelah Ibu Mertuaku Tahu, Dia Menamparku

Erabaru.net. Dalam kehidupan nyata, setelah seorang wanita menikah, sebagian besar wanita akan mengalihkan fokus mereka ke rumah mertua mereka, dan mereka akan semakin jarang kembali ke rumah orangtua kandungnya, tetapi itu tidak berarti bahwa wanita tidak dapat melanjutkan bakti mereka kepada orangtua kandungnya setelah menikah.

Festival Musim Semi adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga, tetapi pada malam itu, aku bertengkar dengan ibu mertuaku. Meskipun suamiku membela aku, aku memutuskan untuk hidup terpisah dari mertua setelah kejadian itu. Jika kita tetap tinggal satu rumah, konflik antara aku dan ibu mertua pasti akan meningkat,yang akan mempengaruhi hubunganku dengan suamiku.

Aku berasal dari keluarga pedesaan biasa. Orangtuaku adalah petani biasa. Mereka mendukungku dengan kerja keras mereka, mendidik aku hingga menjadi seorang mahasiswa.

Di banyak keluarga, kebanyakan orangtua lebih memilih anak laki-laki daripada anak perempuan, tetapi orangtuaku berbeda. Mereka telah memberikan semua cinta mereka padaku sejak aku masih kecil.

Aku ingat ketika aku dudu di sekolah dasar, saudaraku membujuk orangtuaku untuk memiliki anak lagi, tetapi orangtua menolak. Pertama, kondisi keluargaku yang saat itu tidak baik, dan sangat merepotkan bagi orangtua untuk membesarkan dua anak sekaligus. Bagi orangtua baik anak laki-laki atau anak perempuan adalah sama.

Aku tahu bahwa orangtuaku sangat menderita untuk membesarkan aku, jadi aku belajar keras dan akhirnya masuk ke universitas ternama dengan nilai bagus. Setelah lulus, aku juga mendapat pekerjaan yang bagus.

Tidak lama setelah bekerja, aku ingin membuat orangtuaku menikmati masa tuanya. Untuk ini, aku bekerja keras dan mengumpulkan uang, dan akhirnya aku bisa membangunkan rumah tiga lantai untuk keluargaku.

Setahun kemudian, aku bertemu dengan suamiku, Gangzi, dan kami menikah setelah satu tahun berpacaran. Meskipun kami sangat mencintai satu sama lain, mertuaku membenciku karena aku berasal dari keluarga miskin. Selain itu, aku adalah anak tunggal. Mertuaku khawatir orangtuaku akan menyeret Gangzi ke bawah di masa depan. Untungnya, Gangzi bersikeras untuk tetap menikah denganku.

Aku tahu mertuaku tidak suka padaku, jadi aku mencoba menjadi menantu yang berbakti setelah menikah. Setiap kali aku memiliki konflik dengan ibu mertua, aku selalu berinisiatif untuk meminta maaf. Aku selalu melakukan pekerjaan rumah sepulang dari kerja, tetapi bagaimanapun aku melakukannya, ibu mertuaku selalu merasa tidak puas.

Saat Imlek, perusahaan memberikan bonus 20.000 yuan. Aku memberikan 10.000 yuan pada suamiku untuk biaya pesta malam Tahun Baru di rumah. Dan 10.000 yuan lainnya, aku gunakan untuk membeli baju untuk ibu mertua 3000 yuan, dan untuk orangtuaku 7000 yuan, tapi, suamiku menambahkan 3000 yuan untuk orangtua.

Namun, pada Malam Tahun Baru, ibu mertuaku tahu bahwa aku membelikan baju ibuku lebih mahal dari bajunya, ibu mertuaku marah dan menampar wajahku.

Aku sangat sedih saat itu dan aku ingin kembali ke rumah orangtuaku, tetapi jika aku melakukan itu, suamiku pasti akan sangat malu. Memikirkan kebaikan suamiku kepadaku, aku hanya bisa menahan keluhan ini.(lidya/yn)

Sumber:uos.news