Suamiku Baru Saja Membeli Mobil Baru dan Adik Laki-lakiku Ingin Meminjam, Setelah Aku Menolak, Orangtuaku Minta Aku Memberi Tunjangan pada Mereka 200 Juta

Erabaru.net. Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, mobil sudah hampir menjadi kebutuhan pokok, tentunya dalam membeli mobil juga harus mempertimbangkan keadaan ekonomi sendiri. Ada pepatah yang mengatakan “mobil itu seperti istri, tidak boleh pinjam”, karena jika mobil dipinjamkan dan terjadi kecelakaan mobil, maka pemilik mobil akan menanggung kerugiannya

Dalam kehidupan nyata, saya pikir banyak orang memiliki pengalaman meminjamkan mobil. Ketika saudara atau teman ingin meminjam mobil Anda, apakah Anda akan meminjamkan atau tidak?

Beberapa waktu yang lalu, mertuaku melihat bahwa kami bekerja keras setiap hari, jadi mereka mengumpulkan uang untuk membeli mobil untuk kami. Tidak lama setelah kami membeli mobil, adik laki-lakiku datang untuk meminjam mobil untuk bepergian. Aku tidak setuju, namun, sikap orangtuaku tentang hal ini membuat aku sangat marah.

Orangtuaku adalah pekerja kantoran biasa. Ketika aku masih kecil, aku menjalani kehidupan yang bahagia, tetapi, setelah aku memiliki seorang adik laki-laki, aku merasa bahwa orangtuaku menjadi pilih kasih.

Meskipun orangtuaku menyayangi adikku, dan memanjakan sejak dia masih kecil, namun, prestasi akademiknya berantakan, sebaliknya, aku selalu menjadi yang teratas dalam setiap ujian. Mungkin karena prestasi akademikku yang baik, orangtuaku mendukungku dalam belajar

Kemudian, aku diterima di universitas. Setelah lulus, aku kembali ke kampung halaman. Aku bekerja sebagai guru di sebuah lembaga pendidikan dengan gaji bulanan di atas 5.000 yuan

Ketika aku berusia 28 tahun, aku bertemu dengan suamiku, Gangzi melalui perkenalan seorang teman. Kami jatuh cinta pada pandangan pertama.

Selama aku berhubungan dengan Gangzi, orangtuaku mengungkapkan lebih dari sekali dan mengatakan bahwa mereka tidak ingin meminta mahar jika kami menikah. Tapi, ketika kami bertunangan, orangtuaku meminta mahar 100.000 yuan. Ternyata adikku berencana untuk membuka toko buah di kota, tetapi dia tidak punya banyak uang, sehingga orangtuaku minta mahar ini untuk modal adikku.

Aku sangat marah dengan permintaan orangtuaku, tetapi Gangzi menghiburku, mengatakan bahwa tidak mudah bagi orangtuaku membesarkan dan menyekolahkanku, dan mereka mita 100.000 yuan adalah wajar. Kemudian, Gangzi memberikan mahar, dan orangtua menyerahkannya kepada adik laki-lakinya. Hasilnya? Adik laki-lakinya membuka toko buah dan tutup dalam waktu satu tahun.

Kami menjalani kehidupan yang bahagia setelah menikah, tetapi orangtuaku menjadi semakin buruk, mengapa? Karena, memikirkan adik laki-lakiku yang bekerja selama bertahun-tahun namun selalu tidak punya uang, dan bahkan selalu meminta uang saku kepada orangtua setiap bulan.

Sebelumnya, orangtua saya sehat-sehat saja dan sekarang kesehatannya memburuk, dan mereka tidak dapat menghasilkan uang sebanyak sebelumnya, tetapi adik laki-lakiku terus meminta uang, dan seiring berjalannya waktu, orangtuaku tidak tahan.

Meskipun aku merasa orangtuaku tidak adil, tapi mereka melahirkan dan membesarkanku. Melihat betapa sengsaranya mereka, setelah berdiskusi dengan suamiku, aku memutuskan untuk memberi mereka 2.000 yuan sebulan. Aku berulang kali mengatakan kepada orangtuaku untuk tidak memberitahu adikku tentang uang ini.

Tiga tahun telah berlalu dalam sekejap. Sejak aku dan suamiku pindah pekerjaan, dibutuhkan empat atau lima jam sehari untuk pergi bekerja dengan angkutan umum. Mertuaku melihat bahwa kami bekerja keras, jadi mereka mengumpulkan uang untuk membeli mobil baru untuk kami.

Tanpa diduga, pada hari ketiga kami membeli mobil, adik laki-lakiku datang ke rumahku, dia mengatakan bahwa dia baru saja punya pacar dan ingin pergi dengannya, dia datang ke rumah untuk meminjam mobilku.

Meskipun adikku telah memiliki SIM selama dua tahun, dia tidak pernah mengendarai mobil. Aku khawatir tentang keterampilan mengemudinya. Jika terjadi apa -apa kami sendiri yang akan menanggungnya.

Memikirkan hal ini, aku menolaknya.

Tetapi setelah orangtuaku mengetahuinya, mereka datang ke rumah dengan marah, mengatakan bahwa aku tidak mencintai keluarga.

Aku menjelaskannya kepada orangtuaku, tetapi mereka tidak mendengarkan, mereka bahkan meminta aku untuk memberi tunjangan hari tuanya 200 juta, mengatakan bahwa mereka akan menggunakan uang itu untuk membeli mobil untuk adikku.

Aku tidak bisa berkata-kata, adik laki-laki sudah besar tapi belum juga bisa mandiri, dan orangtuaku terus memanjakannya. Dalam jangka panjang, itu hanya akan menyengsarakan adikku.

Beberapa orangtua dalam hidup berpikir bahwa mencintai putra mereka berarti memberikan segalanya untuknya.(lidya/yn)

Sumber: uos.news