Aku Lumpuh Setelah Kecelakaan Mobil, pada Malam Hari Aku Mendengar Percakapan Istriku dengan Ibunya, Aku Menangis!

Erabaru.net. Aku dan istriku bertemu di pesta. Dia adalah mantan teman sekelas sekolah menengah. Saat di SMU kami sering berhubungan satu sama lain. Kemudian, setelah ujian masuk perguruan tinggi, kami berpisah, dan kami jarang kontak.

Tetapi dalam reuni sekolah telah menyatukan kami lagi, dia bukan lagi gadis pemalu seperti dulu, dan sekarang dia telah menjadi wanita dewasa yang sangat cantik. Aku mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya dan meminta informasi kontaknya.

Aku sering memberinya hadiah, dan aku juga mengantar dan menjemputnya pulang kerja, dan sering mengajaknya untuk makan malam. Kemudian, ketika aku melihat waktunya tepat, aku melamarnya dan dia setuju tanpa ragu-ragu.

Banyak teman sekelas yang mengatakan bahwa dia mungkin menerimaku karena uangku, tetapi aku berpikir karena mereka iri kepadaku. Pada akhirnya, kami pergi menemui orangtua kami.

Setelah orangtuaku mengetahui kondisinya, ibuku tidak menyukainya dan meminta aku untuk menemukan seseorang wanita yang tepat untuk dinikahi. Aku tidak mau mendengarkan orangtuaku, dan pada akhirnya kami menikah.

Setelah menikah, aku dan istriku menjalani kehidupan yang harmonis. Suatu ketika aku mengalami kecelakaan mobil dalam perjalanan menjemputnya dari pulang kerja, dan aku menjadi seorang pria yang lumpuh.

Setelah aku menjadi pria lumpuh, orangtuaku mengatakan bahwa hidupku menjadi sangat sulit, dan bahwa istriku pasti akan meninggalkanku.

Malam itu saat kami tidur, telepon istri berdering, istri dengan lembut mengangkat selimut, turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Aku langsung menajamkan telinga untuk mendengarkan, tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan.

Kemudian tiba-tiba aku mendengar pertengkaran itu, dan istri saya berkata: “Jangan bicarakan itu lagi, saya tidak akan mendengarkan Anda. Saya ingin menemaninya. sampai tua!”

Baru saat itulah saya tahu bahwa istri saya dan ibunya bertengkar karena saya yang lumpuh.

Sepertinya aku telah salah mendunga dengan istriku.

Sepertinya aku terlalu banyak berpikir yang negatif! Pada titik ini aku menangis!(lidya/yn)

Sumber: ezp9