Ibu Mertuaku Membawa 4 Kaleng Susu Bubuk untuk Bayiku, Aku Membuangnya ke Tempat Sampah

Erabaru.net. Sejak saya belum menikah, ibu mertua selalu mengatakan bahwa adalah baik untuk selalu berhemat, tapi menurut pandanganku, ibu mertua bukanya berhemat tapi pelit.

Bahkan ketika kami menikah, mertuaku tidak mau mengeluarkan sepeser pun, tidak tidak memberikan hadiah pertunangan, tidak membelikan rumah pernikahan. Kami menikah menggunakan uangku dan suamiku.

Setelah menikah, kami bekerja sangat keras. Setelah tiga tahun berjuang, akhirnya kami bisa membeli rumah.

Tak lama kemudian aku melahirkan anak, ibu mertuaku mengatakan bahwa dia akan datang untuk membantu aku merawat anak-anak, aku pikir cepat atau lambat aku akan hidup bersamanya, jadi aku setuju.

Beberapa hari yang lalu, ketika usia anakku genap sebulan, kami mengadakan jamuan dan mengundang banyak sauda untuk makan-makan.

Setelah jamuan, ibu mertua mendatangi aku dan mengatakan bahwa dia telah membeli empat kaleng susu bubuk untuk bayiku, dan mengatakan kepadaku untuk tidak membelinya secara online, yang harganya mahal dan tidak terjamin.

Selama masa kehamilan aku sering membeli banyak barang secara online. Aku tahu ibu mertuaku tidak senang, tetapi aku tidak punya pilihan lain, karena tidak ada toko untuk bayi yang layak di kota kecil kami. Sangat merepotkan untuk pergi ke kota, dan harganya juga tinggi dan juga perlu ongkos dan merepotkan. Aku hanya ingin bayiku makan dengan lebih baik, dan membeli secara online selain praktis juga menghemat uang.

Ketika aku mendengar ibu mertuaku telah membeli empat kaleng susu bubuk, aku sangat senang, aku merasa ibu mertuaku memiliki rasa sayang pada cucunya, yang merupakan berkah bagi putraku.

Tapi begitu aku mendapatkan susu bubuk, hatiku menjadi ragu.

Aku tidak tahu mereknya, dan bahkan tanggal pembuatan yang tercetak di atasnya tidak jelas, jadi aku bertanya kepada ibu mertua berapa harganya.

Ibu mertua dengan ragu mengatakan bahwa empat kaleng itu adalah 120 yuan! Dia bilang itu sangat murah karena diskon, dan biasanya sangat mahal.

Satu kaleng susu bubuk seharga 30 yuan, dan aku ragu dengan kualitasnya, aku tidak akan memberikannya kepada bayiku, jadi aku membuangnya ke tempat sampah.

Ketika aku melihat ke belakang, ibuku melihatnya. Wajahnya memerah dan dia gemetar karena marah. Aku berdiri di sana dengan canggung, tidak tahu harus berkata apa.

Untungnya suamiku datang, katanya susu bubuk itu mungkin palsu, sekarang susu bubuk harganya mahal, lebih baik dibuang saja.

Tapi, sejak saat itu ibu mertuaku bersikap dingin kepadaku, apa yang harus aku lakukan?(lidya/yn)

Sumber: ezp9