Ibu yang Tuli dan Bisu Ragu-ragu Saat Hendak Memasuki Ruang Bersalin, Saat Dia Membuka Bajunya, Perawat Menangis

Erabaru.net. Cinta ibu adalah cinta yang paling besar dan paling murni di dunia. Untuk melahirkan seorang anak, seorang ibu bisa dikatakan rela berjalan di depan gerbang neraka. Namun, masih ada cinta ibu yang diam di dunia ini, dan cinta ibu ini berasal dari ibu yang tuli dan bisu.

Alasan mengapa Xiao Ni menjadi tuli dan bisu adalah karena cedera otak yang disebabkan oleh kecelakaan ketika dia masih kecil.

Setelah dia dirawat di rumah sakit, dia menyadari bahwa dia tidak hanya tidak dapat mendengar suara, tetapi dia bahkan tidak dapat berbicara.

Siapa pun akan sangat putus asa dalam situasi seperti itu, tetapi keluarga Xiao Ni menemaninya di saat-saat kritis dan memberinya pelabuhan yang hangat.

Tapi Xiao Ni masih tidak bisa menerima kenyataan ini, jadi dia berpikir untuk bunuh diri berkali-kali, untungnya, setiap kali anggota keluarga menariknya kembali pada saat yang kritis.

Karena itu, kehidupan Xiao Ni penuh bergelombang, dan dia mencapai usia dewasa seperti ini, tapi untungnya, dia menemukan seorang suami yang sangat mencintainya dan pada saat yang sama dia sangat menyukainya. Pernikahan ini memberi Xiao Ni motivasi untuk bertahan hidup.

Karena itu, Xiao Ni menemukan cara untuk bertahan hidup, dia ingin memiliki bayi yang lucu.

Setelah kehamilan, kehidupan berlalu dengan cepat, 9 bulan dapat dikatakan telah berlalu dalam sekejap mata, dan ketika hari persalinan tiba, Xiao Ni tidak seperti biasanya, dia sangat menginginkan seorang anak, tetapi dia ragu-ragu di depan ruang bersalin dan tidak ingin masuk.

Pada saat ini, perawat menanyakan alasan Xiao Ni dengan menulis dalam selembar kertas, dan Xiao Ni perlahan membuka kancing bajunya agar mereka bisa melihat dengan jelas tulisan di perutnya.

Pada saat ini, perawat itu sudah menangis, karena apa yang tertulis di perut Xiao Ni adalah bahwa jika sesuatu terjadi, lebih baik menyelamatkan bayinya, bukan dia.

Kasih ibu yang pendiam ini sangat menyentuh hati banyak orang, dan juga karena kasih sayang ibu inilah anak Xiao Ni bisa lahir dengan sehat.

Lagi pula, itu bukan hanya berkah bagi anak saat melahirkan, tetapi juga perawatan janin yang cermat selama kehamilan,

Oleh karena itu, sebagai seorang suami, bagaimana seorang suami dapat menunjukkan kasih kebapakannya secara bersama-sama ketika istrinya sedang hamil?

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai suami saat istri sedang hamil :

  1. Pemeriksaan sebelum hamil

Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan yang komprehensif, tidak hanya untuk menunjukkan cinta kebapakan pada anak, juga demi kesehatan istri. Suami juga harus bekerja sama dengan istri untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.

Dengan cara ini, beberapa penyakit tersembunyi dan risiko kehamilan dapat disingkirkan, dan kemungkinan risiko kehamilan dapat dikurangi sebanyak mungkin.

  1. Cek kehamilan secara teratur

Pemeriksaan kehamilan secara teratur merupakan bagian penting dari kehamilan. Sebagai calon kepala keluarga, suami harus meluangkan waktu untuk membawa istri hamil mereka untuk tes kehamilan secara teratur, sehingga masalah apa pun dapat terdeteksi melalui tes kehamilan tepat waktu.

Cegah anak Anda mengalami kelainan bentuk atau kondisi tak terduga lainnya sebelum terlambat untuk berobat.

  1. Bersama dengan istri Anda untuk berolahraga

Sebelum atau selama kehamilan, ibu hamil sebenarnya bisa melakukan beberapa olahraga ringan dengan tepat.

Misalnya, yoga atau jalan kaki, latihan ini tidak hanya dapat menjaga bentuk tubuh ibu hamil, tetapi juga memberikan efek positif pada persalinan.

Oleh karena itu, sebagai seorang suami, Anda dapat membantu istri Anda melakukan beberapa persiapan dasar, atau membantunya memperbaiki tindakannya.

  1. Siapkan makanan yang masuk akal

Selama kehamilan, ibu hamil harus memperhatikan pola makannya, apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan. Suami harus membuat daftar terlebih dahulu untuk menyaring makanan yang tidak boleh dimakan istri selama kehamilan.

Kemudian siapkan makanan untuk calon ibu yang kondusif bagi kesehatan tubuh dan kesehatan janin, sehingga dapat dipastikan tidak akan ada masalah gizi pada ibu hamil.

Kesimpulan:

Cinta ibu itu hebat, tetapi melahirkan bukan hanya masalah wanita hamil saja, tapi juga suaminya.

Penting untuk berdiri dan membantu ibu hamil melakukan lebih banyak hal, seperti membersihkan atau memasak, dan hal-hal seperti membantu ibu hamil melahirkan.

Dengan cara ini, anak dapat merasakan keharmonisan keluarga dari perut ibu sebelum lahir, bahkan setelah lahir, mereka dapat tumbuh dengan sehat karena ayah dan ibu yang bertanggung jawab.(lidya/yn)

Sumber: hker.life