Setelah Putranya Meninggal, Menantu Perempuannya Memutuskan Hubungan, 5 Tahun Kemudian, 2 Orang Datang ke Rumahnya dan Membuatnya Menangis

Erabaru.net. Namaku Zhang Guoxi,usiaku 65 tahun, istriku meninggal lebih awal, meninggalkan aku dan putra. Agar putraku tumbuh dengan sehat, aku memutuskan untuk tidak menikah lagi.

Putraku sangat bijaksana, dia tahu bahwa aku tidak mudah untuk membesarkannya, dan dia bertekad untuk membawa aku menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Setelah lulus dari universitas, dia bekerja selama beberapa tahun, dan kemudian memulai sebuah perusahaan dengan beberapa temannya, salah satunya adalah menantu perempuanku.

Aku sangat bangga, dalam waktu kurang dari beberapa tahun, dia telah memiliki perusahaan dan bahkan memberi aku seorang cucu perempuan.

Awalnya dia berencana untuk menjemputku untuk tinggal bersamanya di kota, tapi aku sudah terbiasa tinggal di pedesaan dan enggan pergi ke kota besar.

Sekarang putraku sudah menjadi orang yang kaya, aku hanya berharap keluarganya bisa hidup bahagia. Tapi yang tidak aku duga adalah putraku mengalami kecelakaan, dia menabrak pohon saat mengemudi dalam keadaan mabuk.

Setelah putraku meninggal, aku tenggelam dalam kesedihan yang tak ada habisnya. Kemalangan tidak datang sekali. Tak lama setelah kematian putraku, menantu perempuanku ingin memutuskan kontak denganku. Dia mengatakan bahwa sejak kehilangan suaminya, dia tidak ingin aku menjadi mertuanya lagi, karena aku akan membebaninya. Aku tercengang, aku tidak berharap menantu perempuanku akan menjadi orang seperti ini.

Sejak kematian putraku dan kepergian menantu perempuanku, aku selalu meratapi nasibku, dan kesehatanku semakin buruk.

Lima tahun telah berlalu, tiba-tba dua orang datang ke rumah hari itu. Aku tidak bisa melihat dengan jelas.

Dia memanggilku “kakek”. Aku melihat cucu perempuan itu berdiri di sebelahku, dan dia telah tumbuh begitu tinggi.

Ternyata setelah kematian putraku, investor pada kabur, dan perusahaan memiliki utang jutaan yuan dan di ambang kebangkrutan, dan menantu perempuanku memutuskan hubungan denganku karena dia takut aku terseret ke dalamnya.

Mataku merah karena menangis, aku hanya menyalahkan diriku sendiri yang salah menilai menantu perempuanku.

Kedatangan menantu perempuanku kali ini, dia ingin merawatku di sisa hari tuaku. Apa pendapat Anda tentang menantuku ini?(lidya/yn)

Sumber:ezp9