Gadis Kencan Buta dengan Pria Bergaji 22 Juta, Tetapi Pria Itu Membawanya Makan di Warung Pinggir Jalan dan Mengemas Sisa Makanannya, Setelah Tahu Alasannya, Dia Memutuskan untuk Menikah

Erabaru.net. Nama saya Li Mei, dan usiaku 26 Tahun. Aku baru saja lulus dan bekerja sebagai perawat selama dua tahun. Orangtuaku cemas karena aku juga belum menikah. Orangtuaku menyarankan aku untuk pergi kencan buta, dan mengatakan bahwa pria itu bekerja di sebuah perusahaan Internet dengan gaji lebih dari 10.000 Yuan (sekitar Rp 22 juta).

Aku melihat foto pria itu, dan aku merasa sedikit tertarik, dan kemudian aku mengatakan kepada ibuku setuju untuk bertemu dengannya. Tempat ditentukan oleh pria itu.

Aku memakai riasan ringan pada hari itu. Ketika aku tiba di sana, pria itu sudah ada di tempat, dan dia terlihat lebih baik daripada di foto.

Dia lima tahun lebih tua dariku, saat melihatnya, jantungku berdetak lebih cepat. Setelah memperkenalkan diri satu sama lain, dia bertanya padaku apakah sudah makan, dan aku bilang belum.

Dia bilang cari tempat makan dulu, dan ngobrol sambil makan, lalu dia membawa aku ke seberang jalan. Aku pikir itu adalah restoran kelas atas, tetapi aku tidak berharap dia membawaku ke tempat makan pinggir jalan, memesan beberapa masakan rumahan.

Aku tidak pernah makan di tempat seperti ini, belum lagi masalah kebersihan. Aku bertanya bagaimana dia membawa ke tempat makan seperti ini untuk kencan, dan pria itu merasa sedikit tidak nyaman. Tetapi kita sudah datang ke sini, jadi saya tidak bisa melarikan diri saat ini. Ketika makanan datang ke meja, saya mengambil beberapa gigitan. Dia makan lebih dari setengahnya dan terus berbicara sambil makan, tapi saya tidak punya keinginan untuk terus mengobrol dengannya, hanya menjawab pertanyaannya.

Aku berpikir, seorang pria dengan gaji bulanan puluhan juta, dan berpakaian bagus, membawa gadis untuk makan di pinggir jalan. Betapa pelitnya dia, bagaimanapun, aku tidak memiliki kesan yang baik tentang dia sekarang.

Setelah makan, pelayan datang dan saya bergegas untuk membayar tagihan, tetapi dia menahanku, dan mengatakan bahwa wanita tidak seharusnya membayar, jadi dia yang membayar.

Harga makanan 175 ribu. Kemudian dia meminta pelayan untuk mengemas sisa makanan, yang akan dia bawa pulang.

Aku terkejut saat mendengarnya. Dia masih harus mengemas sisa makan ketika dia tidak bisa menghabiskannya, apakah karena murah? Ini sangat keterlaluan.

Aku dengan santai bertanya, haruskah dia membawa ini kembali untuk dimakan di malam hari? Dia tertegun dan berkata, tidak, ada banyak kucing dan anjing liar di lantai bawah. Dia memberi mereka makan tiap hari.

Makanan di restoran ini enak dan porsinya cukup banyak. Dia membawaku ke sini untuk suatu tujuan. Tapi dia melihat bahwa saya tidak terbiasa makan makanan seperti ini, jadi dia menyesal untuk itu, karena tidak memikirkan perasaanku.

Setelah beberapa saat, dia membawa aku ke tempat lain yang aku suka. Dia mentraktir aku makan di tempat yang aku suka. Lalu dia mengambil makanan sisa itu dan memberikannya kepada kucing dan anjing liar ketika dia kembali.

Dia suka makan makanan pinggir jalan, dia benar-benar orang yang tidak gengsi, dan dia juga memberi makan kucing dan anjing liar, dia orang yang sangat peduli. Dia punya kucing sendiri, dan ada kucing liar di lantai bawah, jadi dia membawakan makanan untuk mereka setiap hari. Seorang pria yang begitu perhatian makhluk yang rentan tidak akan memperlakukan pacar atau istrinya dengan buruk.

Pada saat itu, hatiku tiba-tiba melunak dan aku memutuskan untuk menikah dengan pria seperti ini.

Tetapi, menurut Anda, apakah layak membawa seorang wanita makan di warung pinggir jalan ketika Anda bertemu dengannya untuk pertama kalinya?(lidya/yn)

Sumber: ezp9