Banjir Besar Mengamuk di Guangdong, Tiongkok, Menenggelamkan Beberapa Bangunan Hingga ke Lantai Tiga

Orang-orang di Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok melaporkan bahwa lebih dari 200 anak di taman kanak-kanak “Jiedaibao Golden Joy City” tempat anak-anak mereka berada, mengalami dugaan keracunan makanan pada Rabu (22/6/2022). Seorang reporter menelepon biro pendidikan setempat, dan staf mengatakan bahwa hal tersebut memang terjadi. Sementara itu, banjir melanda banyak tempat di Tiongkok. Dalam beberapa hari terakhir di Provinsi Guangdong, hujan lebat  mendatangkan bencana. Dampak yang ditimbulkan menyebabkan parahnya banjir di Kota Yingde  dan orang-orang masih belum menerima bantuan

Zhao Fenghua dan Mingyu – NTD

Departemen pemeliharaan air Tiongkok melaporkan bahwa ada 99 sungai di bagian tengah dan hilir Sungai Xijiang di Lembah Sungai Zhu, dan banjir di atas tingkat peringatan. Di antaranya, Sungai Beijiang di Guangdong dan Sungai Le’an di Jiangxi yang terdampak banjir terbesar sejak catatan pengukuran ketinggian air dibeberkan.

Provinsi Guangdong, Tiongkok, meluncurkan tanggap darurat bencana tingkat pertama. Pada pukul 06.00 sore pada 21 Juni, lebih dari 220.000 orang di provinsi tersebut terpaksa mengungsi.

Dikarenakan, hujan deras  secara terus menerus dan tingginya debit air dari waduk hulu, Kota Qingyuan, Provinsi Guangdong dan tempat-tempat lain dilanda banjir parah.

Ada video yang menunjukkan bahwa di Kota Yingde, Qingyuan, banyak bangunan terendam air hingga beberapa diantaranya terendam hingga ke lantai tiga. Akibat dahsyatnya ketinggian air, sehingga hanya menyisakan atap bangunan yang bisa terlihat.

Pemandangan bencana banjir sangat menakutkan, beberapa tempat dataran rendah dikepung dengan lautan,  pohon-pohon pun terendam, dan hanya menyisakan pemandangan puncak pohon. 

Foto seorang pria lansia yang menunggu penyelamatan di atap rumah yang terendam banjir telah beredar luas, dan banyak orang  khawatir dengan bencana setempat.

Penduduk setempat mengungkapkan bahwa pihak berwenang bermaksud untuk meredam unggahan yang menunggu operasi penyelamatan.

Dia memposting di Weibo: “Saya tidak tahu berapa kali saya memposting blog. Pencarian terpopuler telah diredam, dan semua jenis gosip dan hanya berita hiburan ditinggalkan di bagian teratas. Orang-orang Yingde yang benar-benar menunggu untuk diselamatkan sedang dalam pencarian terpanas, akhirnya menghilang tanpa jejak…”

Lebih parah lagi, Stasiun Yingde, aliran utama Sungai Beijiang, pada 22 Juni waktu setempat, membawa puncak ketinggian air sekitar 36 meter, yang merupakan rekor ketinggian air tertinggi sejak tahun 1915. Pihak berwenang memperingatkan penduduk yang berada di basement, termasuk bangunan dengan ketinggian dua lantai untuk segera mengungsi!

Pada 21 Juni, sekolah-sekolah di Distrik Qingcheng, Kota Yingde, dan Kabupaten Yangshan di Kota Qingyuan mengeluarkan pemberitahuan penangguhan kelas.

Di Kota Yingde, yang terkena dampak parahnya bencana, menyebabkan pasokan air dan listrik terputus di banyak tempat. Bahkan membuat sinyal telepon seluler melemah, dan beberapa warga kehilangan kontak dengan keluarga mereka.

Di Hunan, banjir terjadi di banyak tempat. Ada sebuah bangunan di Huaihua tersapu oleh banjir, menjadi sebuah pemandangan mengerikan.

Dalam sebuah video yang direkam oleh warga pada 19 Juni, orang-orang panik dan berteriak: “Rumah itu telah hanyut.”

Sebuah bangunan kecil berlantai tiga terperangkap dalam arus deras, dan dalam proses menuju hilir, bangunan itu juga menabrak rumah-rumah lain di sepanjang jalan. Kejadian tersebut membuat penduduk takut sambil berteriak. Baru-baru ini, banyak rumah di Hunan juga tersapu terjangan banjir.

Sejauh ini, tidak ada laporan resmi mengenai korban dan kerusakan properti yang dirilis. (hui)