Kakak Ipar Perempuan Pertama dan Kedua Mengusirnya, Hanya Kakak Ipar Ketiga yang Menerimanya, Keesokan Harinya Dia Menerima Kejutan

Erabaru.net. Keluarga Chen melahirkan empat anak laki-laki berturut-turut. Tapi saat itu, keluarga itu sangat miskin.

Ketika putra bungsu Chen Sihai berusia 3 tahun, keluarga benar-benar tidak dapat memberi makannya lagi

Mereka meminta kerabat jauh untuk mengirim Chen Sihai untuk diadopsi keluarga kaya di tempat lain.

Dalam sekejap, 40 tahun telah berlalu.

Suatu hari, seorang pria paruh baya dengan pakain lusuh tiba-tiba datang ke desa.

Dia bertanya-tanya, mencari lelaki tua Chen dan istrinya.

Setelah melihat makam lelaki tua dan istrinya Chen, dia bahkan menangis.

Ternyata pria paruh baya itu adalah Chen Sihai.

Ada seorang tetangga tua di sebelah yang mengetahui hal ini dan datang untuk menghiburnya.

“Jangan menangis, orangtuamu meninggal sepuluh tahun yang lalu.”

“Saudara-saudaramu sudah menikah, tetapi mereka semua pergi bekerja di kota.”

“Untungnya, tiga saudara iparmu ada di rumah, kamu bisa datang kepada mereka.”

Chen Sihai menyeka air matanya dan datang ke rumah saudara iparnya berdasarkan petunjuk tetangganya.

Kakak ipar pertama tidak mengatakan sepatah kata pun ketika dia melihat ekspresi adiknya yang malang itu.

Sambil memegang hidungnya, dia menutup pintu dengan paksa— “Keluar dari sini!”

Dia tidak ingin didekati oleh orang miskin seperti itu.

Kakak ipar kedua juga memiliki sikap yang sama

“Pergilah adik yang malang!”

Pada saat ini, seorang wanita paruh baya tiba-tiba berlari, itu adalah kakak ipar ketiga.

Kakak ipar ketiga meraih adik iparnya dan menyeka air matanya.

“Kakak ketigamu, telah memikirkanmu, dan kami menantikan kepulanganmu suatu hari nanti.”

“Kakak ketigamu bekerja di luar. Aku sudah menelepon dan menyuruhnya kembali dengan cepat.”

“Ayo, pulang ke rumah…”

Keesokan harinya, kakak ketiga pulang.

Kakak laki-laki ketiga dan kakak iparnya sangat dan dia bahkan ingin membantunya membangun rumah baru di desa.

Tapi, Chen Sihai menolaknya, dan berkata : “Kakak, aku akan peri sebentar.”

Sore harinya, Chen Sihai kembali lagi, tetapi dengan penampilannya berbeda.

Dia memakai jas dan sepatu kulit yang mengkilap, serta mengendarai mobil mewah.

Ternyata Chen Sihai sudah sukses sejak lama, tapi kali ini dia sengaja berpura-pura miskin.

Dia mengeluarkan setumpuk uang tunai.

Di depan kakak ipar tertua dan kakak ipar kedua, dia memberikan uang itu kepada kakak ketiga.

Kali ini, kedua ipar perempuan itu merasa sangat menyesal sehingga mereka ingin menampar mulut mereka.

Dan kakak ipar ketiga yang sangat terkejut.

Mereka tidak menduga, Chen Sihai memberi mereka kejutan seperti itu.(lidya/yn)

Sumber: uos.news