Pacarku Membiayai Kuliahku, Dia Minta Putus Sebelum Aku Lulus, Saat Aku Datang ke Rumahnya, Aku Menangis

Erabaru.net. Saat itu, aku dan pacarku adalah teman sekelas dan meja kami depan dan belakang.

Setiap hari ketika ada pekerjaan rumah, pacarku akan membantuku.

Lambat laun, aku jatuh cinta. Dan dia juga menyukai ketulusanku.

Senang rasanya bisa mendorong satu sama lain untuk belajar.

Sesuatu yang tidak terduga dapat terjadi kapan saja.

Setelah ujian masuk perguruan tinggi, sesuatu terjadi pada keluargaku.

Ayahku bangkrut, berutang banyak, aku tidak mungkin lagi untuk kuliah.

Setelah hasilnya keluar, aku diterima di universitas, tapi sayangnya pacarku gagal.

Aku menasehati pacarku: “Kamu adalah anak tunggal, kamu harus mencoba lagi.”

Tapi dia minta aku tetap pergi ke universitas, dan dia akan mendukungku untuk biayanya.

Aku dengan tegas menentangnya. Bagaimana bisa seorang pria mengandalkan wanita?

Pacar itu keras kepala: “Jika kamu ingin kita bersama di masa depan, pergilah belajar.”

Karena itu, saya memutuskan untuk menuruti kemauan pacarku.

Sejak saat itu, pacarku pergi ke kota untuk bekerja untuk membiayai kuliahku.

Namun, tepat sebelum aku lulus, dia minta putus denganku.

Pacarnya mengatakan bahwa dia jatuh cinta dengan orang lain saat dia bekerja.

Aku hancur dan patah hati.

Tiga tahun setelah lulus, aku menghasilkan banyak uang.

Tapi dalam hatiku, aku tidak bisa melepaskan pacarku.

Aku berpikir pacarku telah menghabiskan setidaknya hingga 40.000 yuan (sekitar 90 Juta) untuk aku belajar, dan aku harus membayarnya kembali.

Dengan ini, aku pergi ke kampung halamannya.

Membuka pintu, yang menarik perhatian saya adalah foto hitam putih pacarku!

Saya tercengang dan bertanya pada orangtuanya apa yang terjadi dengan pacarku.

Ternyata sebelum aku lulus tahun itu, pacar saya tiba-tiba didiagnosa sakit parah.

Dia tidak ingin menjadi beban bagiku, jadi dia berbohong agar bisa putus denganku.

Dia kembali ke kampung halaman dan tak lama kemudian meninggal.

Aku terdiam dan menangis.

Melihat potret pacarku, hatiku sakit seperti tersayat sembilu.

Aku berlutut di tanah dan bersujud kepada orangtuanya.

Aku bersumpah bahwa aku harus menghormati orang tua pacarku seperti orangtua kandungku.

Karena, hanya ini yang bisa kulakukan untuk pacarku.

Itu juga satu-satunya hal yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan pacarku!(lidya/yn)

Sumber: uos.news