Gaji Bulananku Rp 15 Juta, Saat Ibuku Ulang Tahun Aku Memberinya 5 Juta, Aku Tercengang Ketika Mendengar Apa yang Dikatakan Istriku

Erabaru.net. Aku seorang anak pedesaan, dan orangtuaku adalah petani.

Saat kuliah, aku bertemu teman sekampus yang sekarang menjadi istriku.

Ketika kita sedang jatuh cinta, hubungan kita sangat sederhana, dan semuanya begitu indah.

Setelah lulus, kami berdua memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah, istri telah benar-benar kehilangan kelembutan dan peduli tentang segalanya.

Khusus untuk uang, semua gajiku harus diserahkan semua padanya.

Selama beberapa tahun terakhir, penghasilanku semakin meningkat, dengan gaji bulanan rata-rata lebih dari 15 juta.

Namun, aku tidak dapat menyimpan satu sen pun, karena istriku akan mengambil semuanya.

Istriku secara diam-diam sering mengirimkan sejumlah uang kepada keluarganya, aku tahu itu.

Tapi, aku tidak pernah mempersoalkan, lagipula setelah menikah dengan putri orang lain kita juga harus membantu orangtuanya.

Yang membuat aku tidak senang adalah istriku memiliki sikap yang berbeda terhadap ibuku.

Saat-saat perayaan hari besar atau ulang tahun ibunya. Istriku akan memberikan hadiah atau memberikan amplop merah ke saudara-saudaranya.

Tapi ketika hari ulang tahun orangtuaku, dia berpura-pura tuli dan buta.

Hari itu adalah ulang tahun ibuku yang ke-70 ibu, dan aku pulang dengan istriku.

Kebetulan aku baru saja menerima gaji, jadi, sebelum uang aku berikan kepada istriku aku memberikan pada ibuku 5 juta.

Awalnya, saat makan-makan istriku tampak gembira, tetapi ketika dia melihat aku mengeluarkan uang dan memberikan kepada ibuku, wajahnya menjadi cemberut.

Dia kemudian mengatakan: “Oh, mengapa kamu begitu murah hati! Kamu memberikan 5 juta pada ibu, apakah aku telah mengizinkannya …”

Mendengar kata-kata istriku, aku tercengang.

“Oh, kamu sering memberi keluargamu 3 juta sampai 5 juta aku tidak pernah mempersoalkannya. Giliran aku memberi ibuku 5 juta untuk ulang tahunnya, mengapa kamu merasa keberatan?”

Kemudian istriku semakin marah, dan mengatakan bahwa aku tidak dapat diandalkan dan ingin bercerai.

Aku pun tidak takut untuk bercerai.

Menikah dengan istri yang tidak berbakti kepada orangtuaku, mengapa aku harus mempertahankannya? Tidak ada yang perlu disesali! (lidya/yn)

Sumber: uos.news