Putraku Tinggal di Rumah Mertua dan Ketika Cucuku Lahir Aku Bertanya Nama Belakangnya, Kata-kata Besanku Membuatku Tercengang

Erabaru.net. Aku adalah seorang ayah tua pedesaan yang polos. Hidup dalam kemiskinan dan membesarkan dua putra yang berharga.

Putra sulung, setelah lulus dari sekolah menengah atas, dia pulang dan bertani bersamaku, dan kadang-kadang pergi ke kota untuk bekerja di proyek.

Setelah menikah, dia tinggal di desa, dia sangat berbakti dan aku sangat puas.

Adapun putra bungsuku, aku selalu bangga dengan prestasi akademiknya sejak kecil, dan dia belajar hingga Ph.D.

Dua tahun lalu, putra bungsu pulang membawa pacar kotanya.

Calon menantu perempuanku itu cantik, modis, dan memiliki senyum yang manis!

Aku jadi khawatir dia tidak akan menyukai kemiskinan keluarga kami.

Tanpa diduga, dia memiliki karakter yang baik dan sangat berbakti kepadaku.

Ketika kita berbicara tentang pernikahan, aku bertemu dengan besanku.

Baru kemudian aku tahu bahwa dalam keluarganya dia adalah putri satu-satunya.

Ibunya mengatakan kepadaku dengan halus bahwa setelah menikah putraku untuk tinggal bersama mereka.

Mendengar ini, jantungku berdebar kencang.

Di desa kami, ketika seorang putra menjadi menantu, dia akan ditertawakan.

Tapi demi kebahagiaan putraku, sebagai seorang ayah, aku hanya bisa mengamininya.

Beberapa hari yang lalu, cucu dari putra bungsuku lahir.

Sebagai seorang kakek, aku bergegas ke kota untuk mengunjunginya.

Sambil menggendong cucuku, aku bertanya: “Apa nama keluarga anak ini?”

Setelah itu, aku merasa menyesal.

Putraku adalah menantu yang tinggal di rumah mertua, aku menanyakan pertanyaan ini, bukankah aku mencari masalah?

Ketika aku khawatir, apa yang dikatakan ibu mertua putraku membuatku tercengang.

Dia tidak saja marah padaku, tapi malah membuatku menjadi senang.

“Saudaraku, jangan khawatir, tentu saja itu nama keluargamu!”

“Sejujurnya, alasan menantu dibawa ke kota pada awalnya adalah karena kedua anak itu tidak memiliki rumah.”

“Jika mereka tinggal bersama kami, mereka tidak akan terlalu stres.”

Aku sangat tersentuh dan aku tidak tahu harus berkata apa.

Merupakan berkah bagi putraku untuk bertemu dengan ibu mertua yang pengertian!

Saat itu, aku mengatakan pada putraku bahwa dia harus berbakti kepada mertua.(lidya/yn)

Sumber: uos.news